Aqidah ~ Ttg pemurnian tauhid

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Ahad ke-2/10 Desember 2017

Kajian Aqidah Islam

Ust. Dr. Daud Rasyid Lc.

Bab: Aqidah ~ Ttg pemurnian tauhid.

* Tauhid murni adalah inti diutusnya semua nabi-nabi ke muka bumi.

* Sebagaimana dlm Qs. Ali imran:79

‎مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ

Artinya:

Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

* Dan qs Ali-Imran: 80

‎وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا ۗ أَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?”.

* Hal ini menjelaskan tentang ajaran di agama lain, bahwa nabi Isa yg dipertuhankan oleh nasrani, dalam kitab injil maupun quran diceritakan bahwa maryam saat proses kelahiran isa disuruh Allah untuk mendorongkan kaki ke pohon kurma yg berbuah. Secara logika ada bukti bahwa pohon kurma yg berbuah itu terjadi pada musim panas (juni), sementara perayaan kelahiran Isa dirayakannya pada bulan desember (musim dingin).

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَباً جَنِيّاً

Artinya: Dan (maryam) goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (Qs.maryam:25).

Continue reading “Aqidah ~ Ttg pemurnian tauhid”

Advertisements

Seni Menikmati Kopi

Filosofi kopi sejatinya “Ada nikmat dalam pahit. Ada rasa bahagia dalam pahit. Seperti juga hidup, kadang pahit yang terasa berujung nikmat”. Daan yang selalu kita percaya bila Tuhan selalu ada, bahwa Tuhan yang maha tahu kapan saatnya kita dibahagiakan, kapan saatnya Tuhan sayang kita dengan di-uji untuk naik tingkat.

Penikmat kopi dengan susu pun tak kalah berargumen, “Kopi dan susu adalah wujud pertemuan perjuangan hidup dan manisnya hasil yang diraih. Menikmatinya bersamaan adalah bentuk rasa syukur yang mendalam.”

Secara garis besar kopi dibagi dalam empat kelompok: Arabika (arabica), Liberika (liberica), Robusta (connephora), dan Excelsa (Dewevrei). Di Indonesia sendiri sangat banyak jenis kopi dan menembus pasar dunia. Bahkan satu diantara alasan datangnya berturut turut Portugis, Inggris, dan Belanda ke Nusantara, karena kopi. Tak salah jika menjadi penghasil kopi terbaik keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Dari 9 jenis kopi arabika, 6 di antaranya ada di Indonesia. Tumbuh dengan subur di ketinggian 750-1.500 meter dari permukaan laut (dpl) pada suhu 15-18 derajat celcius. Sembilan kopi paling populer itu:

1) Kopi Gayo. Arabika. Tumbuh subur dan berproduksi di daratan tinggi Gayo, Aceh Tengah. Menurut kajian internasional, kopi arabika gayo mempunyai rasa paling khas dan disukai dibandingkan kopi arabika yang di tanam di tempat lain.

2) Kopi Toraja. Arabika dan Robusta. Dari pengunungan Toraja daerah Sulawesi Selatan. Dari kesuburan tanah ini, dua jenis kopi terbaik dunia hadir. Memiliki keasaman yang tinggi dengan cita rasa tanah. Perbedaannya, pada kafein yang di hasilkan. Menariknya, rasa pahit tak lama dilihat, sesaat kemudian hilang.

3) Kopi Kintamani. Arabika. Dari daerah Kintamani, salah satu pesona wisata Pulau Bali. Cita rasa bercampur dengan rasa buah, asam, dan segar. Hal ini dikarenakan budaya setempat menanam kopi yang bercampur ragam sayuran

4) Kopi Flores. Arabika. Beraroma buah dan tembakau. Tumbuh subur di daerah vulkanik dari gunung berapi.

5) Kopi Jawa. Arabika. Beraroma rempah-rempah. Umumnya melalui proses giling basah. Pegunungan Ijen Banyuwangi salah satu sumber utama Kopi Jawa yang terbaik. Dikenal dunia sejak abad ke 17, salah satu alasan Belanda menjajah sangat lama di Jawa.

Continue reading “Seni Menikmati Kopi”

Bab: Riya (part-2)

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Sabtu ke-2/9 Desember 2017

Kajian Tazkiyatun Nafs. Dari Kitab MADARIJUS SALIKIN, Ibnul Qoyim al Jauzi. Oleh: ust. Muhsinin Fauzi, Lc.

Bab: Riya

* Riya adalah apapun tindakan atau perbuatan yg tujuannya selain Allah.

* Riya adalah penyakit orang munafik, karena ‘menuhankan’ selain Allah.

* ciri-ciri munafiq dijelaskan didalam surah Munafiqun, surah ke 63: 11ayat

Background:

* Bangsa kita memiliki karakter berpikirnya adalah sintesa (kompromi). Sehingga kalau ada yg tidak pas akhirnya mengambil sebagian dari yg disuka, sebagian dr yg tidak disuka. Kondisi penerimaan setengah hati ini rentan dr perspektif karakter, utk bisa memiliki sikap tegas & jelas. Sementara sikap yg abu-abu tersebut rentan kepada sifat munafik.

* Dalam amalan, Tidak ada suatu perbuatan yg diterima kecuali ikhlas dan mengikuti sunnah

* Memiliki sifat, Meyakini bahwa Allah menyayangi kita adalah suatu kepastian. Sehingga bagi orang beriman tidak ada keraguan lagi tentang diberikanny rizki. Karena orang kafir saja diberikan rizki, apalagi orang yg beriman.

* Perihal saat ini rezki belum diterima karena Allah menyayangi kita. Bahwa Allah lebih tahu kondisi terbaik kita. Dikhawatirkan bisa jadi menimbulkan mudhorat jika diberikan saat ini.

* Seseorang yang melakukan tindakan ikhlas memiliki sifat & karakter yang Kokoh & Kuat.

* Perbuatan ikhlas hanya Allah yang bisa menilai, bahkan malaikat pun tidak tahu. Tugas malaikat hanyalah mencatat amalan perbuatan.

* Salafus shaleh pernah menyampaikan, amalan utk bisa ikhlas sangatlah sulit karena Riya memiliki byk afiliasinya.

* Riya sendiri adalah amalan perbuatan yg tujuannya selain Allah. Apapun motif selain Allah disebut riya.

Continue reading “Bab: Riya (part-2)”

qs Al-baqorah: 240

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Ahad ke-1/3 Desember 2017

Kajian Tafsir Ibnu katsir

Ust abdul Nasir, Lc

Surah, Al-baqorah: 240

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا وَصِيَّةً لِأَزْوَاجِهِمْ مَتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ ۚ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِي مَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَعْرُوفٍ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya:

Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kamu dan meninggalkan isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma’ruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

• dikisahkan ada seorang sahabat yg hijrah ke madinah dg membawa orang tua, anak, dan istrinya. Kemudian diperjalanan sahabat tersebut meninggal dunia. Tetapi hartanya diberikan kepada anak & orangtuanya saja. Sementara istri tidak diberi bagian harta.

• Maka turunlah ayat ini utk meluruskan peristiwa tersebut

• Ayat ini turun sebelum perintah tentang bab mawaris/ warisan di islam.

• Masa iddah wanita ditinggal suaminya krn meninggal adalah 4bln 10hari

• Jika kondisi istri diceraikan, maka wanita berhak mendapatkan mut’ah atau hadiah. Atas keridhoan suami atau ditentukan oleh hakim pengadilan.

• Paling rendah minimal pakaian, dan paling tinggi adalah membebaskan budak hamba sahaya.

• Mutah atau hadiah adalah suatu keharusan dr pihak suami, dan wajib hukumnya.

• Jika kondisi istri menceraikan/ yang meminta cerai, maka disebut khulu dan istri mengembalikan maskawin. Iddahnya adalah 3 bulan

Wallahua’lam bishowab..

Tinggalkan Sesuatu karena Allah, maka DIA akan ganti dengan yang lebih baik

2048_tska

Berikut beberapa kutipan nasehat atau kisah menarik, dalam rangka menguatkan niatan atau azam kita disaat masih ragu dan butuh penegasan apakah keputusan atau langkah yang saya ambil sudah benar dan sesuai dengan takdir Allah. Dalam rangka proses hijrah untuk meraih yang lebih baik dan mendekatkan diri kpd Allah.

Karena sesungguhnya takdir kita, tentang baik buruknya keputusan yang telah kita ambil. selalu ada konsekuensi setiap keputusan yang kata pilih. Ada kontribusi “pilhan” yang harus kita tentukan, dan inilah yang disebut sebagai qada’ dari Allah. dan hal itu beriringan dengan ketetapan  qodar dari Allah, yaitu tentang sesuatu yang sudah pakem, dan telah Allah tetapkan dilauhul mahfuz.

Siapa yang meninggalkan ibadah yang tidak ada tuntunan karena Allah, maka Allah akan memberikan cahaya sunnah untuknya, jalan yang terang benderang yang jauh dari kesia-siaan.

Siapa yang meninggalkan yang haram, pekerjaan riba dan profesi yang mengundang kemurkaan Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, dengan pekerjaan yang halal yang lebih menentramkan jiwa.

Siapa yang meninggalkan pujaan hati karena tidak menambah ketaatan kepada Allah, maka Allah akan beri ganti dengan jodoh yang lebih baik yang lebih mendekatkan diri kepada Allah. 

Siapa yang meninggalkan kegiatan yang sia-sia dan tindakan yang melalaikan, maka Allah akan ganti dengan hal yang lebih bermanfaat dan dijauhkan dari kemunafikan.

Siapa yang meninggalkan kecanduan rokok, miras, dan narkoba karena Allah, maka Allah ganti dengan kesehatan dan keselamatan pada jiwanya.

Inilah proses hijrah yang sesungguhnya, pengambilan keputusannya kita sendiri yang menentukan dan Allah yang pasti akan membimbing melalui intuisi, tanda-tanda kekuasaannya disekitar kita. 

Faedah yang berharga tersebut disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah antara lain:

Continue reading “Tinggalkan Sesuatu karena Allah, maka DIA akan ganti dengan yang lebih baik”