Dalam acara ILC itu terdapat beberapa hal yang sangat menggelitik, bahkan mengusik intelektualitas, bahkan sensitifitas iman saya.

Pertama, pernyataan bahwa yang berhak memahami Al-Quran adalah hanya Allah
dan RasulNya. Pernyataan ini sangat paradoks dengan posisi keagamaan Nusron yang selau mengatakan bahwa teks-teks agama itu harus dengan logika. Bahkan yang menentukan kebenaran adalah logika manusia, seperti pada posisi dasar liberalisme.

Kedua, pernyataan di atas sejatinya bertentangan dengan tujuan dasar Al-Quran untuk dipahami oleh manusia: “inna anzalnaahu Qur’aanan Arabiyan la’allakuk ta’qiluun”. Intinya Al-Quran diturunkan untuk dipahami. Dan kalau hanya Allah dan RasulNya yang paham makna Al-Quran, untuk apa diturunkan kepada manusia? Apalagi jika memang Al-Qur’an itu ditujukan sebagai petunjuk (hudan linnas). Bisakah manusia menjadikannya sebagai manual (pedoman) hidup jika tidak memahaminya?

Ketiga, pernyataannya tentang pernyataan Ahok bahwa hanya Ahoklah yang paham. Nusron secara tidak langsung mengatakan semua orang harus menutup telinga dan mata dari sikap dan kata Ahok. Ada dua kemungkinan dalam hal ini. 1. Boleh jadi karena kebutaan dan ketulian Nusron menghendaki semua manusia buta dan tuli. Sehingga tidak perlu lagi atau berpura-pura tidak tahu lagi apa yang diucapkan oleh Ahok. 2. Boleh juga karena Yusron sudah menempatkan Ahok pada posisi Tuhan yang firmanNya absolut dan hanya dia yang paham.

Keempat, penampilan Yusron dengan mimik wajah yang emosional, kata-kata yang tidak terkontrol, nampaknya memang satu karakter dengan orang yang ingin dimenangkannya. Tampil dalam setting diskusi, apalagi disiarkan secara langsung ke seluruh pelosok tanah air melalui televisi nasional, sangatlah tidak pantas dengan emosi yang tidak terkontrol. Biasanya sikap seperti itu sekaligus menjadi ukuran kedalaman ilmu dan kematangan kejiwaan seseorang.

Kelima, mungkin yang paling mengusik adalah sebagai kader NU (semoga benar) sikap Nusron adalah antithesis dari karakater NU yang tradisinya menghormati para ulama (bahkan tradisi nahdhiyin paling menghormati ulama/kyai, cium tangan, dll -red). Ketika Nusron berteriak-teriak menunjuk-nunjuk ulama, langsung atau tidak, maka dalam bahasa jalanan itu namanya “kurang ajar”.

Oleh karenanya semua pihak harus mencari cara agar Nusron ini tidak lagi mengulangi. Perbedaan pendapat okelah. Saya mendukung adanya perbedaan pendapat, termasuk dalam penafsiran teks-teks agama. Tapi hendaknya dilakukan pada batas-batas syar’i, dan yang lebih penting dibangun di atas dasar “khuluqi”.

Wallahu al-Muwaffiq ilaa aqwamit thoriq (penutup di NU).
Oleh: Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation & Muslim Foundation of America, Inc.

View on Path

“Sesuk yo Le..”

“SESUK YO LE….”Sewaktu kecil.. Saya tumbuh di pasar. Ibu saya berjualan es teh di pinggir pasar Klaten saat itu. 
Bagi kawan2 di Klaten, jika Anda tahu toko plastik sari utama. Di depan toko itulah ibu saya berjualan.
Setiap hari saya di sana, karena saat itu tak ada orang lain yg merawat saya. 

Bapak saya merantau mencari nafkah dikota yg lain. Ibu memenuhi kebutuhan harian kami dengan berjualan es teh.
Setelah sore kami pulang ke rumah kontrakan…

Dari pasar menuju rumah, banyak sekali toko-toko yg kami lewati dengan berjalan kaki. Dari toko makanan, jajanan, sampai mainan.
Saat melewati toko mainan. Saya berhenti..namanya anak kecil. Pingin punya. Hampir selalu begitu. Berhenti sejenak melihat mainan yg dijajar. Sambil membayangkan punya salah satu dari itu. Sejenak tidak peduli dengan apapun sampai ibu saya mendekati lalu berkata,

“Sesuk yo le.. (besok ya nak)”

Dan kami pun berjalan lagi..
Saat melewati toko makanan juga demikian. Melihat ayam yg dibakar. Serasa ingin mencoba..namanya juga anak kecil.

Dan makanan yg demikian tidak tentu kami makan sebulan sekali. Dan lagi.. Saya terdiam dan melihat. Sampai kemudian ibu saya datang mendekat dan berkata lagi,”Sesuk yo le.. (besok ya nak)”..

Dan kami pun berjalan lagi..
Melewati toko jajanan pun juga sama. Saya berhenti saat melihat barisan chiki ball yg dipajang di etalase toko.

Dan lagi kalimat ajaib “Sesuk yo le.. (besok ya nak)”. Itu bisa membuat saya berjalan lagi.
Saya bersyukur dibesarkan dengan kalimat,_”Besok ya nak…”

Karena kalimat itu sudah mengajarkan saya untuk bersabar.

Mengajarkan, bahwa tidak semua hal harus dimiliki saat ini jika memang belum mampu.
Meskipun sekarang saya baru tahu, bahwa kalimat itu terucap karena memang ibu tak cukup punya uang untuk membeli apa yg saya inginkan.
Kalimat itu juga menyadarkan saya sekarang. Bahwa ibu saya begitu hebat luar biasa.
Seandainya saya tidak dididik dengan kalimat “Sesuk yo le..”

Mungkin saat ini saya akan menjadi pribadi yg tak sabaran, pribadi yg tak mengenal rasanya menahan diri, bersyukur dan berani berjuang.

Ini sekaligus bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Di tengah jaman yg serba penuh dengan barang mewah saat ini. Memancing kita untuk setiap saat jadi gampang pingin. Ingin hp baru, mobil baru dsb.

Alhasil, bagi mereka yg tak sanggup menahan diri..

Pilihan singkat pun diambil, “Ngutang, nyicil, kredit dan apapun namanya..

Yg sering kita dapati menjadi penyebab dari hancurnya kehidupan banyak keluarga dan hilangnya ketenangan dari banyak jiwa.

Insyaallah.. Yakin saja.., bahwa rezeki kita ada jalannya.

Sabar saja kawan. Asal kerja keras, lalu pastikan harus halal.Insyaallah kelapangan rezeki akan hadir dalam kehidupan..
Tinggal sekarang,

Kita harus berani bilang ke diri masing-masing tatkala diri memang belum mampu memenuhi ini dan itu dengan kalimat :

“`SESUK YO LE….“`

📚Marketing Akhirat

Saya beberapa kali bertemu dan belajar dengan para pengusaha-pengusaha yang berhasil memanage perusahaanya & selalu kebanjiran order.Ketika saya belajar dengan mereka, saya sangat terkejut sekali ketika sudah membahas soal Marketing akhirat…

Ternyata para pengusaha tersebut, mereka bisa mendapatkan omset melebihi ekspektasinya karena mereka mempraktekan ilmu marketing akhirat terlebih dahulu sebelum mempraktekan ilmu marketing bumi

Apakah Anda tau Marketing Akhirat itu?
Marketing Akhirat itu adalah usaha-usaha yang kita lakukan selain dengan ilmu-ilmu dunia (Ilmu Marketing, Ilmu Negosiasi, Teknik Closing, dll.. )

Lalu Contoh dari Marketing akhirat itu apa saja?

1. Ketaatan para istri kepada suaminya

2. Melaksanakan Ibadah Solat wajib tepat waktu

3. Melaksanakan ibadah solat sunnah (Dhuha & Tahajud)

4. Sedekah Setiap Hari

5. Berbakti kepada orang tua

dan

6. Bersilaturahim

Nahh, kebanyakan dari anda mungkin ada yang lebih memikirkan urusan marketing dunia daripada marketing akhirat saat ini.

Sekarang coba anda renungkan “Sebenernya anda berbisnis saat ini hanya untuk mengejar urusan dunia saja atau anda berbisnis untuk mengejar urusan akhirat?”

Jika anda dalam berbisnis hanya mengejar urusan dunia pantaslah anda mengalami hal-hal seperti ini :

1. Target tidak terpenuhi anda marah-marah

2. Ketika anda berbisnis yang penting untung banyak, masalah produk bermanfaat atau tidak saya tidak mau tau

3. Marah-marah di sosial media ketika di phpin customer

4. Terobsesi pengen cepat kaya dalam waktu singkat sehingga dalam berbisnis anda tidak ingin tau ini bisnis halal atau haram

Jika anda dalam berbisnis seperti itu naudzubilah, Sesungguhnya urusan dunia itu hanyalah tipuan belaka, dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah yang akan kekal.

Percayalah jika anda berbisnis hanya terobsesi dalam urusan uang/dunia saja saja maka :

1. sebanyak apapun anda mempunyai harta maka tidak akan pernah merasa cukup.

2. Walaupun Anda mempunyai harta ratusan juta maka hatimu akan mengalami kegelisahan yang terus menerus seolah-olah hidup ini tidak ada artinya

3. Anda akan semakin jauh dari pertolongan Allah Ta’ala

4. Anda akan semakin jauh dari apa yang yang diperintah Allah Ta’ala dan Rasulnya.

Apalagi jika anda dalam berbisnis sudah mengabaikan urusan halal dan haram.

Janganlah kamu berpikir bahwa “Cari uang yang haram aja susah apalagi yang halal”

Sungguh cara berpikir orang demikian adalah cara berpikir orang-orang bodoh.

Rejeki Allah Itu Luas dan Rejeki yang halal pun masih banyak di dunia ini tapi kenapa anda masih mencari nafkah/harta dari jalur yang haram.

Apakah berarti, Anda tidak kasihan dengan anak dan pasangan anda, mereka di kasih makan dari jalur yang haram.

Jika anak di beri makan dari jalur yang haram, maka mau jadi apa nantinya?

Jika kita dalam mencari rejeki dari jalur yang haram maka anda akan mengalami hal-hal seperti ini :

1. Keluarga berantakan

2. Anak tidak patuh dan tidak mau nurut dengan orang tuanya

3. Suasana rumah terasa seperti neraka dan merasa sudah tidak ada lagi ketenangan di rumah

4. Kita mencari kesenangan kesenangan dunia agar hati kita tenang tetapi justru yang di dapat malah hati semakin gelisah.

Jika kita berbisnis sudah mengalami hal hal seperti ini maka “Segeralah introspeksi” dan luruskan niat kita dalam berbisnis.

Bukankah kita sudah sering mendengar “BISNIS ITU BUKAN MASALAH UNTUNG RUGI TETAPI MASALAH SURGA DAN NERAKA”

Memanglah demikian, Berbisnis itu bisa mengakibatkan seseorang masuk surga dan bisa mengakibatkan seseorang masuk neraka.

#wallahu a’lam bishowab..

Kenapa Aku DiUji?

📎KENAPA AKU DIUJI?

Surah Al-Ankabut ayat 2-3

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-

orang sebelum mereka, maka

sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia

mengetahui orang-orang yang dusta.

📎KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG

AKU IDAM-IDAMKAN?

Surah Al-Baqarah ayat 216

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

📎KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

Surah Al-Baqarah ayat 286

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Continue reading “Kenapa Aku DiUji?”

Ayat Al-qur’an yang diKagumi Kaum Yahudi…

Bagi kaum Muslim, mengagumi Al Quran barangkali menjadi hal yang biasa. Apalagi dengan penemuan-penemuan terakhir dari para ilmuwan yang kian mengokohkan kebenaran Al Quran. Di antaranya, bulan yang pernah terbelah, adanya sungai bawah laut hingga penemuan jejak arkeologi kaum-kaum terdahulu. Memang semua tidak disebutkan, karena Al Quran menerangkan hanya sebagian dari kisah kaum terdahulu yang akan ditampakkan bekas-bekasnya.
 
“Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.” (QS. Huud, 11: 100)
 
Ternyata, bukan hanya kaum Muslimin dan ilmuwan berakal saja yang mengagumi Al Quran, sebagai kitab yang tetap terjaga keshahihannya. Bahkan sejak dulu kaum Yahudi juga mengagumi Al Quran. Dalam sebuah riwayat dikisahkan perbincangan antara ‘Umar bin Khattab dan Yahudi.

Skala Prioritas

Aktifitas keseharian yang cenderung monoton, menuntut kita untuk bertindak cermat dan bertindak lebih efektif.  meluangkan waktu barang sejenak untuk melakukan suatu hal kecil yang tidak mendesak tapi penting itu sangatlah sulit, dibandingkan melakukan suatu hal rutinitas yang seringkali tidak penting. Dengan era yang semakin kompleks seperti ini mau tidak mau kita harus berpikir dan ber-aksi lebih ‘smart’ dan sistematis untuk mampu mengelola kehidupan dengan baik.

Dirumah pun rasanya hampir sama, pekerjaan mengganti fiting lampu kamar yang rusak pun tertunda lama – setelah kesekian harinya baru bisa terselesaikan. Proses menggantinya bahkan kurang dari 5 menit, tapi alasan ini itulah, alasan harus mematikan lampu dari sikring-lah, alasan akan mengganggu pekerjaan istri yang menggunakan komputerlah, akan mengganggu pekerjaan rumah tangga dengan mesin cuci, setrikaan dll.
Yang intinya dari kesekian permasalahan tadi, jika coba ditarik benang merahnya yaitu Meluangkan waktu barang sejenak untuk suatu kecil yang tidak mendesak tapi penting harus lebih dinoticed.
Contoh keseharian bisa diambil sampling dari:  contoh yang bisa dilakukan untuk mencapai hal tersebut? contoh sederhana dimulai dari kantor. Pekerjaan dikantor harus dibagi dalam hitungan minggu, bukan dalam hitungan hari. Misalnya, progress meeting 1 minggu sekali, team building 1 bulan sekali, masuk kantor 1 minggu sekali (untuk urusan non-client). Pengelolaan yang baik bukan berarti monitor secara penuh selama 24 jam kan? intinya bahwa KPI tercapai (sales, completeness of project, certification) harus disikapi dengan bijak kan.Selanjutnya untuk urusan rumah, yang kelihatannya porsinya sangat sedikit -hanya 2 dari 7 hari ini rasanya harus diberlakukan dengan prioritas yang mendapatkan perhatian penuh. Dua hari dalam seminggu ini harus mampu mengakomodir segala kebutuhan pribadi (hobi, sosialisasi, aktualisasi) dan kebutuhan keluarga (liburan, pengembangan anak, kebutuhan keluarga dan lainnya)

Rasa-rasanya, kita semua harus belajar untuk meluangkan waktu lebih bijaksana lagi.

Hukum Truk sampah

Suatu hari saya naik sebuah taxi menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yg benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dr tempat parkir tepat di depan kami, Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tsb mengeluarkan kepalanya & memaki maki ke arah kami.

Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang tersebut. Saya sangat heran dgn sikapnya yg bersahabat.saya bertanya, “Mengapa anda melakukannya ? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit !”Saat itulah saya belajar dr supir taxi tersebut mengenai apa yg saya kemudian sebut “Hukum Truk Sampah”.
Continue reading “Hukum Truk sampah”

Renungan Menjelang Ramadhan..

Prenz, ini ada renungan menjelang puasa:

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.

Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat di plastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.

Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampung mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.

Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.
Continue reading “Renungan Menjelang Ramadhan..”

Beda LCD – LED – dan Tv Plasma

Era TV Tabung atau CRT yang sudah berpuluh tahun menjadi perangkat elektronik favorit keluarga untuk menghadirkan tayangan hiburan segera berakhir dalam beberapa waktu ke depan. Standar baru siaran digital yang saat ini sudah memasuki tahapan uji-coba di ibukota dan akan menyusul kota-kota lain dalam waktu dekat nampaknya memicu percepatan pergeseran untuk menggunakan perangkat TV Digital seperti Plasma TV, LCD TV, dan teknologi terbaru LED TV.

Selain itu, berbagai keunggulan yang ditawarkan juga melambungkan popularitas TV layar datar dari ketiga jenis teknologi tersebut, antara lain: ukuran yang tipis, ringan, dan dapat digantungkan di tembok. Ukuran layar yang besar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar tanyangan televisi. Tidak ketinggalan pula fitur hemat energi yang ditawarkan, yang memungkinkan penghematan konsumsi listrik.

Membeli Televisi Digital, nampaknya bagi sebagian orang cukup menyulitkan, karena munculnya berbagai terminologi baru yang membingungkan, dimana seringkali teknologi yang sama mendapat label yang berbeda di antara produsen yang berbeda. Salah satu yang paling membingungkan adalah perbedaan antara Plasma TV, LCD TV, dan LED TV. Tidak terhitung kali penggunaan sebutan “Plasma TV” diarahkan untuk sebuah LCD TV, mengingat Plasma merupakan salah satu teknologi pertama untuk layar datar dengan ukuran yang besar (>42”).

Apa sebenarnya perbedaan antara ketiga jenis TV layar datar tersebut? Manakah diantara ketiga jenis TV tersebut yang layak untuk dibeli?

Plasma TV

Plasma Display Panel (PDP) atau di Indonesia banyak dikenal sebagai Plasma TV merupakan salah satu jenis teknologi TV layar datar yang memungkinkan produsen untuk memproduksi TV Layar Datar ukuran besar secara massal dengan harga yang ekonomis. Continue reading “Beda LCD – LED – dan Tv Plasma”

Fokuslah bila Anda ingin HebaT

Jika Anda ingin menjadi master di bidang tertentu ingatlah kata-kata ini: berfokuslah pada satu hal atau keterampilan dengan kesetiaan tanpa henti untuk terus melakukan perbaikan, dan berkeinginan kita menjadi yang terbaik.  Fokus, perbaikan tiada henti dan keinginan kuat menjadi yang terbaik adalah bahan bakar utama untuk menjadi seorang spesialis. Dan sebagian mayoritas orang besar berasal dari seorang spesialis.

B.J. Habibie adalah seorang spesialis di bidang pesawat terbang. Apakah kesuksesannya murni merupakan karunia alam? Tentu saja jawabannya tidak. Ia mengambil apa yang diberikan alam kepadanya dan menjalankan formula tadi; fokus ditambah perbaikan terus tiada henti dan keinginan kuat untuk menjadi yang terbaik.  Lelaki kelahiran Pare-Pare ini tidak ingin menjadi yang terbaik di lima bidang yang berbeda. Misalnya, ia tidak ingin ahli di bidang kereta api atau kendaraan berida empat. Mantan Presiden RI ke tiga ini hanya ingin hebat pada bidang pesawat terbang.  Dan ia berhasil.

Michael Jordan fokus pada basket. Cristiano Ronaldo fokus pada sepakbola. Muhamad Yunus fokus pada microfinance. Bill Gates fokus pada software development computer, Dedi Mizwar fokus pada film. Yusuf Mansur fokus pada ilmu sedekah. Hermawan Kertajaya fokus pada dunia marketing. Mereka dan banyak orang lainnya tidak memecah fokus yang ditekuninya. Dan mereka berhasil. Continue reading “Fokuslah bila Anda ingin HebaT”