‘e G o’

kata ‘ego’ itu ternyata sangat luas ya penafsirannya. kemauan diri untuk dingertiin, keinginan untuk dihargain, dan Ga ngehargain orang lain itu ternyata salah satu bagian dari egosentris diri ya?! semua tergantung pengertian dan penafsiran diri masing-masing. dan lebih spesifik lagi, hal ini tergantung dari case of personal masing-masing.

meskipun hanya tertuang dalam tiga huruf sederhana, namun maknanya bisa jadi seluas kita mengintrepetasikannya. jadi cukuplah subjektif memang. namu dari situ tidak lantas maknanya jadi cukup sempit.

banyak hal yang harus kita cermati dari nilai ego-sentris ini. sebuah nilai yang sebenarnya sangat bergantung dari eksistensi diri dihadapan orang lain. keinginan untuk dimengerti, dihargai, diakui, atu bahkan dihormati. sumbernya hanyalah pada diri personal. ini merupakan salah satu bentuk penyakit hati. dan sangat sulit untuk diterjemahkan dalam dunia kesehatan.

dari ego ini..akan lahir sifat sombong, takabur, serta nilai merendahkan orang lain. jadi dari sinilah penyakit hati ini harus dikikis habis sebeum melangkah pada stadium yang lebih parah (akut).

kenyataan ini saya alami betul, mulai kesadaran ingin dimengerti..kemauan diri ingin dihargai. namun yang mesti diingat, disamping keinginan kita yang ta kalah penting adalah kita harus memahami orang lain terlebih dahulu. dan inilah inti permasalahan apabila ingin kita tarik benang merahnya. disamping nilai relegius yang harus kita prioritaskan.

Niali “service oriented” lah barangkali yang lebih dominan peranannya. namun hal itu akan sia-sia bila hanya sebatas teoritis tanpa kita implementasikan.

.

.

Ma annajah 

6 thoughts on “‘e G o’

  1. mungkin bisa jadi ego ini karena seseorang sudah berada di tingkatan self esteem dalam piramida strata kehidupan. Jadi ya gitu lah.. keinginan untuk dihargai, impact nya ya ego.. yah.. tiap orang pasti punya lah yg namanya ego.. no bodies perfect lah pokoknya.

  2. Tetapi manusia membutuhkan ego karena sifat itu adalah yang membuat manusia hidup. Cuman hal yang rumit adalah penempatan ego yang sesuai pada tempatnya. Kita ibadah, belajar, membaca, menulis, menikah (oops) adalah karena ego. Tinggal penyesuaian ego pribadi dengan ego-ego individual lain dalam komunitas yang harus diperankan😀

  3. sebenarny ‘hal’ yang bias melakukan itu lebih tepatnya ‘Nafsu’ istilahnya..bukan ego.
    karena manusia tanpa nafsu seperti benda mati. kita bias meraih cita-cita, mampu melakukan usaha ya karen nafsu yang diarahkan pada hal-hal positif.
    Tapi..kalo Ego sentris ya menjurusnya pada hal negatif. dan cenderung sifatnya destruktif (mazmumah).

  4. Yup, memang benar lebih tepatnya nafsu kalau dilihat dari segi bahasa pengetahuan arab. Cuman secara bahasa komunikasi global ego similar dengan nafs. Ya itu sih cuman masalah tata bahasa aja kok, it is all about choices😀

    Btw, bego itu bahlul wahahaha😀 kok deket banget sih waahahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s