## S + A + B + A + R ##

Pada bulan ramadhan kita sering diingatkan untuk selalu bersikap “sabar”. setiap ada permasalahan selalu diantisipatif dan tidak henti-hentinya untuk disuruh sabar?

Namun benarkah dalam islam yang kita anut, apakah pengertian sabar itu mesti ada batasnya? apakah sabar yang benar itu selalu mengalah? ataukah sabar yaitu jika ‘ditampar pipi kanan lalu ganti memberikan pipi yang kiri’.

Dalam ajaran yang diajarkan rosul..yang disebutkan “as Sobru dhiya’un”. ternyata pengertian sabar mengandung makna yang jauh lebih dalam dari pada pernyataan yang telah disebutkan sebelumnya. pengertian sabar dalam islam yang kita pahami mengandung makna:

S = Setia Pada prinsip.

inilah yang disebut Loyallity of principal yaitu apa yang kita yakini terutama dalam nilai ketuhanan harus kita pegang teguh dan benar-benar kita jalani. Disamping itu bentuk loyalitas pada prinsip, yaitu tetap punya konsideran dan nilai toleran terhadap tindakan apa yang harus kita kerjakan.

A = Antisipatif

yakni anticipative management akan lebih effective bila dibandingkan dengan risk management. sedari awal masalah yang dihadapi harus kita antisipasi dan cari jalan keluarnya?!

bukan Lantas mencari solusi setelah masalah ada. i.e; kasus berobat ke Rumah sakit justru lebih rumit dan jauh lebih sulit bila dibandingkan dengan sedari awal kita menjaga kesehatan tubuh kita. Kasus yang kedua tentang kiat manajemen antisipasi, misalkan kasus kendaraan bermotor, pemeliharaan rutin kendaraan bermotor jauh lebih murah jika memang dibandingkan dengan membeli spare part untuk menunggu motor rusak terlebih dulu.

Jadi dalam aplikasi sabar, upaya untuk mengantisipasi segala permasalahan merupakan initi bagian dari sikap sabar itu sendiri.

B = Bertahan dalam kondisi kritis.

inilah sebenarnya inti dari buah sikap sabar itu sendiri. Bahwadalam kondisi diluar batas kemampuan kita namun kita masih tetap bertahan, Maka The INVISIBLE POWER akan menjawabnya. disinilah peran “Tangan-TanganTuhan” yang akan membantu.

Ambil kasus kecil: Dalam kondisi kritis saat kita dikejar anjing, sementara disepan kita ada parit. secara logika atau kondisi normalnya barangkali kita tidak mampu melewati parit tersebut. Mungkin karena rasa takut, belum pernah melakukan..dan masih banyak pertimbangan lain. akan tetapi saat kondisi kritis, dimana kita dikejar oleh anjing (Nb: ambil kasus korban panik dan G sempat berpikir logic dengan balik mengusir anjing) maka kita akan mampu melewati parit tersebut, diluar batas normal kemampuan kita.

inilah funsi dari point sabar dengan kondisi kita bertahan saat kondisi kritis.

A = Aktif

Bahwa dalam nilai sabar di Islam tidak ada yang disebut dengan pasrah atau nerimo. Sekali lagi saya Tekankan Bahwa Sabar ≠ Nerimo. Dan sayangnya Faham ini lebih familier didoktrin Jawa barangkali. namun, yang perlu diingat bahwa, sifat Sabar harus diawali dengan sikap Aktif terlebih dahulu.

Aktif kalo dianalogikan ta ubahnya seperti Huruf-huruf hijaiyah dari alif –> Ya itu Ga akan bernilai arti, atau memiliki makna tanpa adanya Harokat. Harokat itulah yang menjadikan dia berbunyi a, i, u dan jika digabungkan dengan huruf yang lain dia memiliki makna. begitu juga aktif. dia mampu menghidupkan jasad2 yang ada, untuk bisa memberikan makna dan faedah.

Aktif untuk bertindak, aktif untuk mencari solusi permaslahan, serta aktif mencari alternatif-alternatif yang memungkinkan.

R = responsibility

Bahwa nilai sabar identik dengan sifat Tanggung Jawab. apa yang kita lakukan harus dapat kita pertanggungjawabkan. segala tindakan kita merupakan wujud dari sikap yang telah kita pertimbangkan, dan meripakan perwujudan dari tindakan yang Effektif.

Jelas bahwa sikap sabar, didalmnya mengandung makna akumulasi dari keempat makna sebelumnya dan diakhiri dengan raa Pertanggung Jawaban. kita mampu memberi jawaban atas segal tindakan yang telah kita lakukan.

Jadi..

silahkan temen-temen . . .

–> Open your Mind #

–> Open your Hand #

–> Open your Soul #

Bahwa begitu indahnya ajaran Sabar yang diajarkan rosul dalam Isalam. begitu banyak makna ke-arifan yang diajarkan. beliau (rosul) mencontohkan hendaknya seorang muslim mengambil ibroh/pelajaran dari sikap Pohon. ‘dia’ dilempar dengan Batu, Tapi dia membalasnya dengan Buah. Hendaknya kita, jika dimusuhi di hina..maka lakukan kebajikan dengan prinsip S-A-B-A-R dengan memberikan kebajikan kepadanya(lawan kita). Kalaupun kita tidak mampu, maka hendaknya Maafkan.

ok. Thx

.avatar_1568.jpg

Regard’s

One thought on “## S + A + B + A + R ##

  1. Wohohoho saya kurang setuju dengan statement “saya Tekankan Bahwa Sabar ≠ Nerimo”. Sifat sabar memang harus diawali dengan sikap aktif terlebih dahulu karena hal itu masuk kategori ikhtiar dan nerima ing pandum selayaknya dimiliki orang yang memiliki kesabaran dalam menerima hasil apa yang telah dikerjakan. Tidak puas? wajar tapi dalam batasan tertentu. Lupa atau tidak mau tahu dengan implementasi sehari-hari dengan filosofi “nerima ing pandum” ini lah yang bisa jadi cikal bakal korupsi hahahahaha😀

    Nerimo itu tidak berpangku tangan jeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s