The culture of poverty: The seed of ugly, incompetent Indonesia

sss.jpg

Ya itulah judul yang diangkat dalam bahasan Soegeng Sarjadi Forum, sebuah komunitas yang berusaha memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa dan memberikan kritik yang membangun terhadap policy-policy yang dirasa kurang sesuai dalam implementasinya. adapun tokoh yang sebagai panelisnya adalah Imam B. Prasodjo sosiolog sekaligus kalangan akademisis, kemudian ada AS.Hikam mantan Menristek dan anggota MPR/DPR kemudian yang terakhir adalah Mohamad HS Dilon Dirut partenership terhadap kebijakan kepada orang kecil.

Bahasan yang menarik damal diskusi tersebut adalah adanya keterkungkungan terhadap budaya yang sebenarnya mengarah pada hal yang justru destruktif. Kasus kecil stigma negatif yang sampai sekarang masih membudaya di masyarakat diantaranya ‘mangan ra mangan asal kumpul’ terus di kultur jawa ada lagi ‘wong kere munggah bale’ (orang miskin naik singgasana) kemudian ada ‘petruk dadi ratu’ yang sebenarny itu adalah sebuah justifikasi atas mobilitas seseorang yang kemudian di halang2i dengan prejudifikasi seperti yang demikian?! ambil contoh kasus yang: ‘wong kere munggah bale’ apakah memang ada larangan HAK atas orang miskin untuk mengubah nasib dan memperbaiki derajat hidupnya. dan hal yang demikian memang tidak ada yang salah..hanya yang kurang tepat adalah stigma yang ditumbuhkan yang seperti itu. yang kalo coba ditelisik adalah warisan dari budaya kolonialism yang mencoba mengkebiri orang dengan strata yang lebih rendah untuk berusaha maju dan mengubah nasibnya.

Dan lebih parahnya lagi..justru hal yang demikian dianggap sesuatu yang wajar, atau lumrah?! inilah perluny sebuah konsensus untuk mengubah paradigma yang sedemikian yang telah membudaya di masyarakat..atau yang oleh panelis disebut sebagai “culture of poverty“.

Lantas oleh bapak Imam prasodjo dianalogikan dengan berikan saya seekor ikan maka saya akan bisa makan selama satu hari, berikan saya kail maka saya akan selama masih ada kolam ikan, namun berikanlah saya ilmu saya akan mebuat pabrik ikan dan memberikan makan orang2 disekitarnya. Jadi setidaknya culture masyarakat dengan mengubah pola pikir dan paradigma itu yang paling esential dan itulah yang harus jadi koncern pemerintah…Lantas langkah2 yang dilakukan menurut hemat P. Imam B.Prasodjo dan AS. Hikam sebagai sebuah solusi adalah:

1. Membuar respersive community / Pemberdayaan komunitas.

Sebagai concern kita, berapa banyak lulusan IPB yang bekerja bukan sebagai ahli agraria dan mengolah hasil pertanian, tetapi justru bekerja dibidang perbankan dan semacamnya. Begitu pula berapa banyak lulusan arsitek, insinyur dari llulusan institut teknik yang justru keluar bidang dan tidak memberdayakan disiplin ilmu yang dimiliki. Indonesia dalah negara yang punya banyak Potensi, masyarakatny adalah bibit2 unggul. tinggal permasalahan yang ada sekarang hanyalah kolektivitas orang2 yang berketrampilan untuk membuat suatu karya. itu yang harusnya diberdayakan oleh masyarakat.

Jadi tidak lantas kebijakan yang ada adalah mengimpor ikan dari luar negeri, daging sapi dari australia, atau mengimpor mesin dari amerika. Tapi biarkan anak bangsa yang berkarya dan berikan wadah yang sesuai.

2. Langkah yang kedua adalah empowerment of society dengan tetap memperharikan ekosistem. Jadi setiap kebijakan dan hasil yang ada adalah indikatornya berupa human capital index, dimana unsur terpentingnya adalah keterpeliharaan unsur ekologi lingkungan.

Setiap hasil produk yang ada diupayakan untuk tetap ramah terhadap lingkungan. para ahli sekarang ada sebuah indikator yang menarik untuk mengukur keberhasilan sebuah teknologi. Indikator tersebut namanya HCI = (Nilai kebahagiaan masyarakat + Panjang umur penduduk, bisa berupa kesejahteraan dlm kesehatan atau asuransi) / keterpeliharaan Ekosistem yang ada. Dan justru angka yang cukup fantastis USA justru mendapati peringkat ke 113 karena kesejahteraan masyarakat tidak dibarengi dengan keterpeliharaan ekologi yang ada, sementara Costarica berada pada peringkat ke-3.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s