Pesan Moral di Setiap Kejadian”q”

Bangsa besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarah. Preferensi dari makna tersebut, sevara lebih spesifik dengan analisis pada komponenpenyusun dari suatu bangsa yaitu rakyat. maka secara general bisa di conclusikan bahwa suatu bangsa akan menjadi  “the Great” bila rakyat yang ada didalamnya mampu menghargai sejarah bangsanya sendiri. dengan menjunjung tinggi jasa para pejuang yang telah berkorban untuk bangsannya, atau paling tidak mampu mengambil hikmah disetiap kejadian sejarah di belahan dunia.

Pelajaran atau pesan moral yang bisa diambil dari para pejuang bisa berupa semangat keperjuangannya, sosial activitynya, bahkan bisa juga berupa ajaran  yang ditanamkan kepada bawahan atau pribadi keluarganya. Bahkan punggawa RI 1 atau mantan presiden Soekarno pernah menyitir akan pentingny mengambil pesan moral disetiap kejadian dengan pesan “Jas Merahnya” tersebut.

Baru-baru ini (27/01/08) bertepatan pada hari minggu bangsa indonesia juga kehilangan mantan presidennya yang ke2. bukan momen meninggalnya  yang menjadi bahasan dalam tulisan ini, namun ajaran yang selalu ditanamkan oleh Pak Soeharto yang patut kita renungkan bersama.

Dengan ajaran kejawen yang telah mendarah daging pada prinsip Soeharto ini dia menamakan prinsip dalam pengasuhan kepada anak-anaknya berpola pada didikan kepada dirinya. berikut kutipan pak soeharto dalam bukunya “Soeharto: Pikiran, ucapan dan Tindakan saya” dia menanamkan falsafah hidup ‘ Pegangan hidup saya..Ojo Kagetan, Ojo Gumunan, ojo Dumeh’ .

Atas dasar itu pula Soeharto menghadapi segala sesuatu: yang baik dan yang tidak baik, penderitaan dan kesenangan.kalau segala itu dikembalikan kepada Tuhan, sebenarnya segala itu pun adalah biasa. 

Sebab itu ‘saya’ percaya kepada takdir manusia yang telah digariskan oleh Tuhan. segala sesuatu yang memang sudah dikehendaki oleh Tuhan, terhadap manusia dan alam semesta, tinggal dijalani dan tidaklah perlu “Kagetan”.

Sesuatu yang seolah-olah merupakan keistimewaan pada seseorang tidaklah perlu menyebabkan kita heran. Tidaklah perlu terbelalak dibuatnya dengan reaksi yang berlebihan. sampai mengucapkan ‘wah hebat sekali’. kembalikanlah itu pada Tuhan dan kiota “Ojo Gumunan” (jangan Heran.

Kalu kita mempunyai kedudukan, kekayaan, dan mempunyai sesuatu yang lebih janganlah lupa sewaktu-waktu hal itu bisa berubah kalu Tuhan menghendakinya. sebab itu “OJO DUmeh” (jangan mentang-mentang).

Moga kita bisa mengambil pesan moral disetiap kejadian yang terjadi. 

One thought on “Pesan Moral di Setiap Kejadian”q”

  1. Basically, Gw setuju am case yg Lo angkat. emang beneer bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu akan sejarah para pahlawan dan mau menghargai jasa mereka.
    .
    Ok..keep on Blogging?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s