Sincere / Ketulusan

“TULUS” (sincere), adalah kata yang abadi dalam membina hubungan antar manusia. Nahkan ketulusan merupakan bahasa yang dapat didengar oleh orang tuli dan perbuatan yang dapat dilihat oleh orang buta.

Ketulusan sebenarnya sangat berkaitan dengan  kematangan pribadi dan kualitas Spiritual seseorang ketika berhadapan dengan orang lain. Nilai yang ada dibalik ketulusan adalah kejujuran yang menyeluruh (integritas). beberapa tulisan menyebutkan ‘ketulusan’ identik dengan burung merpati. makna yang terkandung didalamnya adalah ketulusan untuk membangun manusia yang terbebas dari konflik yang berkepanjangan.

 Jika dicermati lebih jauh, dalam dunia yang serba absurd ini diperlukan ketulusan sebagai penyejuk dan pengikat emosi hubungan antar sesama. Lantas, kenapa hal ini penting? Karena pada dasarnya, setiap manusia adalah manusia yang memiliki ego yang tinggi. sebagai ilustrai kata DOSA, dalam bahasa inggrisnya adalah “sin”.

 Jika dipehatikan lebih Lanjut, ditengah-tengah kata SIN ada huruf “I”. sehingga ketika setiap orang memikirkan I (saya) maka disitulah awal munculnya pelanggaran /dosa. Ketulusan adalah Inside Out (dari dalam keluar), bukan sebaliknya. Ketulusan yang sungguh-sungguh dan konsisten akan meruntuhkan nilai-nilai kesombongan dan menetralisir  kecenderungan untuk menonjolkan diri, sehingga setiap pribadi yang tulus  menjadi pribadi yang matang dan disenangi di lingkungannya.

Kata “Tulus” sebenarnya  diturunkan dari 2 kata dalam bahasa Latin, Yakni “Sine” dan “cere”.  yang artinya  “tanpa” dan “Lilin”. konon ketika membuat perabotan, lilin (dempul) dipergunakan untuk mengisi /menutupi cacat pada kayunya atau cacat akibat kekeliruan tukang kayu. Dengan terampil , cacat pada lubang tersebut ditutupi menggunakan lillin (dempul) yang tersedi, sehingga tampak baik untuk dijual. Padahal, lama-lama ketika terkena panas dempul tersebut akan terkelupas dan hilang. sehingga seorang pedagan yang melayani dengan tulus serta memiliki integritas kejujuran akan meberi tanda pada produk-produknya dengan tulisan ” sine cere” (tanpa lilin). untuk menjamin keaslian produk yang dibuat tanpa cacat dan tanpa dempulan.

jadi dalam bahasa praktis ketulusan dapat diartikan sebagai “apa adanya”. Untuk bisa demikian amatlah sulit, apalagi manusia secara naluri memiliki mekanisme pertahanan diri untuk menutupi kelemahan dan hanay untuki berkedok pada kesempurnaan, padahal upaya pertahanan diri ini adalah bentuk dari sebuah kemunafikan.

*correct me if i’m wrong 

One thought on “Sincere / Ketulusan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s