BreaKing ThE LiMiTs

Mo nyoba latihan nulis yang bahasannya agak serius Lagi niy.. rasa-rasanya kalo coba kita renungkan, Ternyata banyak keterbatasan yang kita miliki dalam meraih harapan maupun keinginin yang qt cita-citakan. Entah itu keterbatasan dalam artian kompetensi, bakat diri maupun keterbatsan merasa dirinya sudah tidak mampu lagi (rendah diri). Hal semacam ini bisa jadi wajar adanya dalam konteks hakikat manusia sebagai pribadi. Karena pada dasarny secara fitrah manusia dilahirlkan dalam keadaan yang “berkeluh kesah”.

Biarpun dengan sifat dasar berkeluh kesah akan tetapi tetaplah manusia memiliki potensi yang luar biasa. Potensi ketingkatan yang lebih baik, yang boleh jadi memiliki kemampuan melebihi dari apa yang kalkulasikan. Potensi itu bisa dalam bentuk pemberdayaan bakat alamiah yang dimiliki, pemberdayaan insting yang dia punyai..dan masih banyak lagi kekuatan yang bisa di gali melebihi dari yang sekarang disadari.
Namun pertanyaan besar muncul…Mungkinkah semua itu terwujud..kalo hambatan-hambatan utamanya masih membelenggu dalam diri kita? Hambatan atau kendala itu bisa berbentuk sifat pesimisme kita (* apakah saya mampu? ), hambatan takut Gagal (* Gimana kalo nantinya usaha yang saya tempuh tidak berhasil?) atau kendala Ragu-ragu dalam memgambil keputusan. Dan masih banyak lagi kendala-kendala yang menjadikan kita serba terbatas (limited)?! Kondisi inilah yang kita sebut sebagai kondisi limited room. Kita seolah-olah berada pada ruangan yang serba terbatas

Nah itulah tujuannya Breaking the Limits dalam tuLisan kali ini. Breaking The Limits dalam artian mencoba menembus keterbatasan-keterbatasan yang telah saya sebutkan tadiLah yang akan menjadi bahasan dalam TuLisan Kali ini…

Ketujuh Limited room atau keterbatasan tersebut adaLah.
Pertama:
I am so busy
Pernahkah kita merasa sibuk dengan segala aktivitas kita? Yang pada dasarnya setiap manusia memiliki kesibukan masing-masing, tapi tetep saja Tuhan memberi jatah yang sama yaitu waktu 24 jam sehari. Namun, yg ingin saya maksudkan adalah jangan sampai kesibukan ini membuat kita melupakan terhadap perencanaan pada hal-hal yang jau lebih penting dalam hidup kita.
I am so busy, kata-kata ini bisa membuat kehidupan ini berbatatas. Seolah-olah kita tidak memiliki waktu untuk melakukan hal atau aktifitas yg lain, seperti waktu untuk berdiaLog dengan Tuhan(beribadah), waktu untuk bersama keluarga, ataupun waktu untuk aktifitas pribadi kita.
Lantas apa solusinya untuk limited room seperti ini?!

Ambil anaLogi missal kita menghadapi penyakit pusing, penyakit yang ringan tetapi sering dihadapi banyak orang. Lantas apa yang terpikir dalam pikiran kita? Pasti kita terpikir dengan obat yang bisa menyembuhkan atau menghilangkan rasa pusing tadi. Atau langsung terpikir dengan dokter.
Cepat sekali kita berpikir seperti itu..


Lantas, pernahkah kita merasa sakit dalam arti tidak fisik?? Kita merasa kosong dalam hidup kita, kita merasa dikendalikan oleh waktu, kita merasa miskin spiritual. Nah ketika kita merasa miskin spiritual, sebenarnya kita mengalami penyakit pada waktu itu?!

Tapi, pernahkah kita langsung terpikir pada Tuhan kita pada sakit seperti itu? Barangkali kalo kita sakit fisik kita cepat untuk mengobati, tapi kalo kita sakit mental, kita kurang sensitive, kita kurang peka terhadap hal semacam itu.
Ini yang disebut limited room yang pertama, I am so busy sehingga sulit untuk menemukan waktu khusus untuk beraudiensi dengan sang pencipta. Padahal, manusia adalah makhluk yang lemah, tapi dia akan memiliki kekuatan apabila dia mendekatkan diri kepada yang mempunyai kekuatan. The source of Power tersebut adalah Tuhan.Keterbatasan yang kedua adalah I am not Clever.
Hal ini persoalan klasik, disaat kita ingin mencapai pada suatu pencapaian tertentu, kita terhambat dengan persoalan saya kurang pandai, saya kurang pantes, apa mungkin saya mampu?

Hal ini lah yang melemahkan kita. Ada keraguan dalam diri kita. Padahal, coba kita cermati lebih detail. Pandai kali dalam dunia pendidikans serring diartikan rangking 1, atau indeks prestasi diatas rata-rata. TENTU saja, yang dimaksud cerdas disini bukan semata-mata kecerdasan akademis, karena itu TUhan menciptakan kita Dua Otak, belahan kiri dan belahan kanan, ada IQ ada juga EQ.

Padahal fakta membuktikan, seperti apa yang diungkap Danielle Goleman 80% kecerdasan orang bukan ditentukan oleh kecerdasan akademis, tapi oleh kecerdasan emosional kita. Jadi ungkapan I am not clever patut kita pertanyakan kembali.Keterbatasan yang ketiga, I am not talented. Saya orangnya tidak berbakat. Mungkin, sering kita menjumpai atau bahkan pengalaman pribadi kita. “pak, bagaimana mungkin saya bisa menjadi pengusaha, orang tua saya petani, orang tua tidak berpendidikan, bagaimana mungkin saya bisa menjadi pemimpin, bagaimana mungkin saya bisa menjadi direktur?”
Oke, sekarang coba kita lihat orang disekililing kita. Orang2 yang berhasil, orang2 yang sukses apakah mereka orang yang berbakat dibidangnya? Mereka mulai dari NOL. Mereka mulai dengan suatu Tekad dan keyakinan yang kuat.
Mereka awalnya tidak mengetahui bahwa bakat mereka dibidang itu tapi mereka sukses.
Releven dengan pernyataan tadi ditegaskan juga dalam Al-quran :
“Katakanlah, tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya” (Al-isra:84)
Dengan kata lain setiap manusia berbuat menurut bakatnya masing-masing
Maka TUhan akan memberi petunjuk kepada jalan yang benar pada tiap orang yang memiliki bakat tersebut.
Pertanyaannya adalah..bukannya kita belum sukses, berarti kita belum menemukan bakat kita. Tapi, barangkali kita berada ditempat yang tidak sesuai dengan bakat kita. Jiak kita tidak sukses, bukan berarti kita tidak punya bakat, kita semua punya bakat Cuma mungkin bakat yang kita miliki berada ditempat yang salah atau diwaktu yang salah.

Keterbatasan yang keempat adalah I am not beautiful, I am not handsome

To be continued…

3 thoughts on “BreaKing ThE LiMiTs

  1. Wah contrary argument ^_*, kl gw bilang sih manusia itu dibekali unlimit ability oleh Tuhan. Jadi tidak ada yang namanya keterbatasan, hampir semua orang bahkan bisa dikatakan semua orang bisa bertahan di situasi dan kondisi sesulit apa pun.

    Manusia termasuk gw sudah dikaruniai modal, tinggal gw nya ini yang memanfaatkan modal yang diberikan secara optimal dan sesuai aturan main yang sudah ditentukan sebelumnya, cheers.

    bai de wei, aku nunggu undangan mu lhoo lee, ning Pati tho?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s