Indahnya buLan, tak seindah PuLaunya.

Rasa-rasanya hanya ada dalam angan2 saja, melihat cerita manusia perahu yang pernah ditayangkan disalah satu statsiun TV swasta.  Bagaimana dikisahkan seseorang yang hidup dari satu tempat ketempat yang lain dengan menggunakan tongkang. Seoalah-olah hanya jalur air lah yang menjadi sarana transportasi utamanya, dengan menggunakan Tongkang atau perahu seadanya. Satu sisi kita dihadapkan untuk bisa bertualang menghadapi kondisi alam yang tidak bisa diprediksi, apakah ombak bisa bersahabat atau sebaliknya dan juga kondisi bahan baker apakh tersedia atau memang tidak ada ya terpaksa didayung.Woow..bener2 amazing, it’s so awesome . saat ditugaskan dari kantor untuk troubleshoot dan maintenance BTS di kepulauan Riau. Hmm..bener-bener merasakan archipelago of Indonesia. Yang dulu kadang, arti Indonesia sebagai Negara kepulauan hanya sebatas hafalan waktu SD yang notabene menamatkan bangku akademisi di jawa, jarang sekali menikmati petualangan semacam ini.

Bagaimana serunya menikmati pulau yang hanya luasnya cuman, ga Lebih dari 3 Ha. Ada juga pulau yang dinamakan sesuai nama yang pertama merantau dan menetap disana. i.e pulau Pak amin, pulau pak Rano. Ada juga pulau yang lebih besar yang dimiliki oleh salah satu penguasa orde baru yaitu PulauBulan, Pulau Moro. Kenapa seolah2 menjadi pulau private..karena hampi satu pulau tersebut dikolala usaha dan dimanfaatkan oleh satu keluarga tersebut, dan dijaga dengan kelompok pengamanan tersendiri. Bener-bener pulau yang sudah diprivatisasi perorangan.

Salah satuny pengalaman yang saya rasakan di Pulau buLan. Dimana satu pulau itu dikelola hanya khusus untuk industri penyamakan kulit Buaya dan usaha Ternak Babi.  
Dimulai dari penjagaan yg ketat harus sesuai ID yang punya perusahaan tersebut yang diperbolehkan masuk, lantas ada pabrik untuk menguliti kulit buaya, dan pemilahan dagingnya juga deh kayaknya. Yang jelas ngeliat juga ada ternak untuk buaya-buaya yang Ga hanya cuman puluhan. Dan menariknya, tidak jauh dari tempat tersebut terdapat peternakan babi, selain untuk konsumsi ekspor juga misalkan ada babi2 yang mati maka bisa untuk santapan buaya2 tersebut. Hehehe…bener2 jenis usaha yang bisa untuk recycle bin :p and then yang perlu Gw comment, wedew..baunya bro, bau kulit buaya dan ada beberapa bangkai babi. dan mungkin cocok kali ya, kalau meng quote…”Indahnya buLan tidak seindah pulaunya. “Gw piker ini pulau bakalan jadi surga dunia..ternyata bukan 

Selain pulau yang diprivatisasi tersebut, tidak kalah menariknya di Batam juga terdapat pulau Bintan. Nah ini surganya para buLe(koq banyak juga ya bulenya hamper mirip bali bro..). Dan herannya kenapa urusan semacam itu justru para penduduk asing(*buLe) yang lebih tahu tentang potensi keindahan alam tersebut hamparan pasir putih disepanjang pantainya, air laut yang biru karena banyak bebatuan didasar lautnya, juga yang terpenting bersih banget pantainya. Ga seperti di pulau seribu atau pantai ancol yang dah mulai banayk sampah.

Hehehe…sekian dulu deh, reportase gw. Nunggu mo diajak adventure kemana lagi, tinggal wait ‘n see. Dan yang jelas selalau syukuri dan keep enjoy apa yang ada. (*wah ini yang susah banget buat diaplikasiinnya.

One thought on “Indahnya buLan, tak seindah PuLaunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s