Skala Prioritas

Aktifitas keseharian yang cenderung monoton, menuntut kita untuk bertindak cermat dan bertindak lebih efektif.  meluangkan waktu barang sejenak untuk melakukan suatu hal kecil yang tidak mendesak tapi penting itu sangatlah sulit, dibandingkan melakukan suatu hal rutinitas yang seringkali tidak penting. Dengan era yang semakin kompleks seperti ini mau tidak mau kita harus berpikir dan ber-aksi lebih ‘smart’ dan sistematis untuk mampu mengelola kehidupan dengan baik.

Dirumah pun rasanya hampir sama, pekerjaan mengganti fiting lampu kamar yang rusak pun tertunda lama – setelah kesekian harinya baru bisa terselesaikan. Proses menggantinya bahkan kurang dari 5 menit, tapi alasan ini itulah, alasan harus mematikan lampu dari sikring-lah, alasan akan mengganggu pekerjaan istri yang menggunakan komputerlah, akan mengganggu pekerjaan rumah tangga dengan mesin cuci, setrikaan dll.
Yang intinya dari kesekian permasalahan tadi, jika coba ditarik benang merahnya yaitu Meluangkan waktu barang sejenak untuk suatu kecil yang tidak mendesak tapi penting harus lebih dinoticed.
Contoh keseharian bisa diambil sampling dari:  contoh yang bisa dilakukan untuk mencapai hal tersebut? contoh sederhana dimulai dari kantor. Pekerjaan dikantor harus dibagi dalam hitungan minggu, bukan dalam hitungan hari. Misalnya, progress meeting 1 minggu sekali, team building 1 bulan sekali, masuk kantor 1 minggu sekali (untuk urusan non-client). Pengelolaan yang baik bukan berarti monitor secara penuh selama 24 jam kan? intinya bahwa KPI tercapai (sales, completeness of project, certification) harus disikapi dengan bijak kan.Selanjutnya untuk urusan rumah, yang kelihatannya porsinya sangat sedikit -hanya 2 dari 7 hari ini rasanya harus diberlakukan dengan prioritas yang mendapatkan perhatian penuh. Dua hari dalam seminggu ini harus mampu mengakomodir segala kebutuhan pribadi (hobi, sosialisasi, aktualisasi) dan kebutuhan keluarga (liburan, pengembangan anak, kebutuhan keluarga dan lainnya)

Rasa-rasanya, kita semua harus belajar untuk meluangkan waktu lebih bijaksana lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s