1/2 Isi 1/2 kosong

stgh isi stgh kosongSetelah blog ini berkutat dengan tulisan teknik mulu..Rasanya begitu hambar dan kurang beragam. Karena hidup ga cuman dalam satu sisi saja.. enjoy the outside guys..
Setengah isi, setengah kosong…
Itulah buku yang dah saya beli cukup lama..namun sayangnya..males bacanya. Hehehe…(abiez..kerjaan numpuk cie..*wakakaka aLeSann..*)

Ok, well guys..dengan segala keterbatasan, karena basically no journalism background saya coba sedikit resensi mengenai isi dari buku tersebut.
Buku yang ditulis oleh bpk. Parlindungan Marpaung, Drs., Psi, MT., MA. (banyak banget kuliah yang diambil ya?! Pusing deh Gw..) yang merupakan seorang psikolog dan motivator bidang industri. Sehingga wajar buku tulisannya ini banyak berisi tentang tulisan yang motivate genre, menggugah spirit dan sedikit banyak ngebuka wawasan kita tentang cara pandang terhadap masalah.

Wajar jika dinamakan ‘setengah isi setengah kosong’ setiap permasalahan memiliki sudut pandang yang berbeda. Ambil contoh sebuah gelas yang diisi setengah air. Maka bisa aja kita sebut gelas itu berisi ‘setengah isi’ atau dibilang gelasny setengah kosong. Dan memang dua2ny benar, tinggal kita mengambil sisi positif disetiap permasalahan dan berusaha selalu innovative disetiap persoalan.
Berbagi cara pandang! Itulah yang tersaji dalam buku yang ditulis sebanyak 334 halaman tersebut. Tepatnya, bagaimana kita memandang sesuatu dengan cara yang berbeda. Beda dalam artian mengacu pada standar etika dan moraldi masyarakat. Kutiupan beliau dalam bukunya “kita tidak dapat melihat masa depan sebagai kelanjutan masa lalu…karena masa depan akan sangat berbeda dengan masa lalu.Sehingga, kita harus meninggalkan cara kerja lama supaya sukses dimasa depan, “ Continue reading “1/2 Isi 1/2 kosong”

biBLiogragphy RI President Series

Hehehe…pengen punya niLai lebih terhadap bangsa ini. sehingga ta ayaL jida “bangsa (lebih sempit Lagi personal) yang besar adalah mereka yang menghargai sejarah para pahLawannya.  Mungkin dengan  Flashback bibLiography mereka, sedikit banyak bisa memberikan inspirasi: 

Ir. Soekarno(17 Agustus 1945 -12 Maret 1967)
https://i0.wp.com/www.tanahkaro.com/simalem/images/stories/Soekarno.jpg
Nama: Ir. Soekarno
Nama Panggilan: Bung Karno
Nama Kecil: Kusno.
Lahir: Blitar, Jatim, 6 Juni 1901
Meninggal: Jakarta, 21 Juni 1970
Makam: Blitar, Jawa Timur
Gelar (Pahlawan): Proklamator
Jabatan: Presiden RI Pertama (1945-1966)
Isteri dan Anak: Tiga isteri delapan anak
Isteri Fatmawati, anak: Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh
Isteri Hartini, anak: Taufan dan Bayu
Isteri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto, anak: Kartika.
Ayah: Raden Soekemi Sosrodihardjo
Ibu: Ida Ayu Nyoman Rai
Pendidikan:
HIS di Surabaya (indekos di rumah **** Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam)
HBS (Hoogere Burger School) lulus tahun 1920
THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB) di Bandung lulus 25 Mei 1926
Ajaran: Marhaenisme
Kegiatan Politik: Mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia) pada 4 Juli 1927
Dipenjarakan di Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929
Bergabung memimpin Partindo (1931)
Dibuang ke Ende, Flores tahun 1933 dan Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.
Merumuskan Pancasila 1 Juni 1945
Bersama Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945
Continue reading “biBLiogragphy RI President Series”

Sincere / Ketulusan

“TULUS” (sincere), adalah kata yang abadi dalam membina hubungan antar manusia. Nahkan ketulusan merupakan bahasa yang dapat didengar oleh orang tuli dan perbuatan yang dapat dilihat oleh orang buta.

Ketulusan sebenarnya sangat berkaitan dengan  kematangan pribadi dan kualitas Spiritual seseorang ketika berhadapan dengan orang lain. Nilai yang ada dibalik ketulusan adalah kejujuran yang menyeluruh (integritas). beberapa tulisan menyebutkan ‘ketulusan’ identik dengan burung merpati. makna yang terkandung didalamnya adalah ketulusan untuk membangun manusia yang terbebas dari konflik yang berkepanjangan.

 Jika dicermati lebih jauh, dalam dunia yang serba absurd ini diperlukan ketulusan sebagai penyejuk dan pengikat emosi hubungan antar sesama. Lantas, kenapa hal ini penting? Karena pada dasarnya, setiap manusia adalah manusia yang memiliki ego yang tinggi. sebagai ilustrai kata DOSA, dalam bahasa inggrisnya adalah “sin”. Continue reading “Sincere / Ketulusan”

Pesan Moral di Setiap Kejadian”q”

Bangsa besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarah. Preferensi dari makna tersebut, sevara lebih spesifik dengan analisis pada komponenpenyusun dari suatu bangsa yaitu rakyat. maka secara general bisa di conclusikan bahwa suatu bangsa akan menjadi  “the Great” bila rakyat yang ada didalamnya mampu menghargai sejarah bangsanya sendiri. dengan menjunjung tinggi jasa para pejuang yang telah berkorban untuk bangsannya, atau paling tidak mampu mengambil hikmah disetiap kejadian sejarah di belahan dunia.

Pelajaran atau pesan moral yang bisa diambil dari para pejuang bisa berupa semangat keperjuangannya, sosial activitynya, bahkan bisa juga berupa ajaran  yang ditanamkan kepada bawahan atau pribadi keluarganya. Bahkan punggawa RI 1 atau mantan presiden Soekarno pernah menyitir akan pentingny mengambil pesan moral disetiap kejadian dengan pesan “Jas Merahnya” tersebut.

Continue reading “Pesan Moral di Setiap Kejadian”q””

Kita sering Lupa

Seringkali aku berkata, ketika orang memuji milikku
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipanNya,
bahwa rumahku hanyalah titipanNya,
bahwa hartaku hanyalah titipanNya,
bahwa putraku hanyalah titipanNya,
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku,
Apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
Ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Continue reading “Kita sering Lupa”

Metroseksual Vs Uberseksual

Kedua istilah tersebut barangkali sudah pernah kita dengar..terlebih istilah Metroseksual. Karena istilah tersebut dipakai untuk pendefinisian sosok Lelaki yang diidamkan dan menjadi sosok “ideal”.Namun apakah bener seperti yang demikian..Kalo coba kita deskripsikan kedua istilah tersebut memiliki arti yang berbeda. Dan kecenderungan..istilah untuk yang kedua yang dipaki untuk pendeskripsian sosok yang ‘perfect’.

Istilah metroseksual digambarkan sebagai sosok Lelaki dengan sense estetika tinggi, dan memuja penampilan fisik, sangat merawt diri. Fenomena metroseksual sangat terkait dengan booming industri kecantikan, yang merambah pada pasar kaum lelaki.Uberseksual. Yang ditulis dalam bukunya The future Man. sebagai tren, uberseksual adalah Gambaran tentang lelaki ideal di masa mendatang. Dengan munculnya istilah uberseksual berarti era metroseksual telah usai. Metroseksual pertama kali dipopulerkan oleh Marian Salsman seorang pakar trend dunia pada tahun 2003. Dan kemudian dia pula yang “membunuh” istilah tersebut, dua tahun kemudian dengan memperkenalkan istilah baru yaitu

Terdapat 10 tokoh dunia yang dikategorikan oleh Salsman, sebagi Trendsetter lelaki uberseksual. Mereka adalah:

Continue reading “Metroseksual Vs Uberseksual”

‘Manfaat Rokok’

 rkk.jpg  Selama ini image tentang rokok adalah yang tertanam dalam benak kita adalah “bahaya rokok”. Entah itu dari slogan-slogan iklan, peringatan pemerintah, artikel kesehatan, dan banyak lagi referensi laninnya yang menyebut halt tersebut. Belum lagi..baru-baru ini akan ada maklumat dari MUI bahwa rokok itu Haram. Dan memang seperti itulah kenyataanya 😉 .

Namun jika kita mencoba berpikir to change the “negative think” into the “positif energy” (ALaah metode apa lagi itu..) tenyata ada benernya juga. Ga selamanya yang negatif selalu membawa kerugian bagi kita. Meskipun ‘sedikit sekali’…yang pastinya ada juga dampak positifnya?!

Mencoba mengambil sisi positif dari kegiatan rokok. [bukan berarti ini justifikasi, karena Gw-nya juga BUKAN Perokok koq ] it’s just for sharing information. Maka kalo dipikir-pikir keuntungan bago peroko ya…ada aja sih kalo mo dipaksain:

1. Dari banyak sumber, Bahwa perokok pasif Lebih Berbahaaya dibandingkan dengan perokok aktif. maka untuk mengurangi resiko tersebut, ato daripada beresiko lebih..G ada salahnya jadi perokok aktif. (huahahaaa No campaign).

2. Anti maling, suara perokok batuk-berat di malam hari mujarab untuk mengusir penjahat. umumnya dampak dari perokok berat adalah batuk-batuk baik disiang ataupun malam hari. akibatnya Maling juga keder..dikiranya penghuninya masih pada terjaga dimalam yang larut.

3. Membantu program KB. sebab akibat dari merokok bisa mencegah kehamilan, dan berdampak impotensi sehingga dari kegitan rokok dan merokok bisa mengurangi ‘produktifitas’ seseorang dalam hal reproduksi. hehehehe

4. Tanda kalau hari sudah pagi, pasti kita mendengar ayam merokok. oo..salah ya?

5. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan dan perusahaan obat batuk. Nah kalo yang ini adalah “The real benefit of smoking”. Cuman ya..teteup, mudharatnya Lebih banyak brur?!

6. Berbuat amal kebaikan, kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak kita sudah siap. Ya..itung-itung Ga mengecewakan orang yang meminjam.


7. Sebagai indikator kesehatan. kenyataan ini diambil dari bukti bahwa orang yang sakit biasanya dilarang dulu merokok. maka ‘logika’ konyolnya..orang yang merokok berarti orang yang sehat?

8. Membantu shooting film keji, Nah kalo yang ini ada benarnya..coba kita lihat film2 PKI. yang tokoh antagonisnya bakalan bilang ” hahahaaa… darah itu merah jenderal” sambil ngisep rokok waktu ngomongnya.

9. bisa buat basa-basi, misal di halte bis, stasiun tau tempat umum lainnya. biasa tawaran yang disodorkan ya Rokok. Masa’ mo nawarin duit?! kan bisa bokek?!

10. Temen bo*er yang setia..hehehee daripada G ada lagi yang bisa ditulis?!

Sekali lagi ini bukan pembelaan atau pembenaran. ini hanyalah ‘just for fun’ . . .

Malam Lailatul Qadar

ya… itulah malam yang disebutkan “…khoiru min Alfi syahrin”. sebuah bentuk wisata spiritual yang disitimewakan dalam Islam. memiliki nilai religi yang Luar biasa..didalmnya turun akan rahmat, serta malaikat yang senantiasa sujud serta menyembah Tuhannya.

dalam sebuah forum sederhana..didalamny ada seorang pakar komunikasi Bpk Soegeng Sarjadi, kemudian seorang dokter sekaligus seorang spiritualis..dr. Tarmidzi Taher beliau menuturkan bahwa pada malam itu ad sebuah maqom yang disebutkan sebagai sebuah qadar. Adapun qadar merupakan deskripsi dari artian akselerasi, perubahan paradigma..dan menyimpan makna keistimewaan dengan didalmnya dilebihkan atas segala sesuatu amalan.

Lantas kapan datangnya malam Lailatul qadar itu?

beberapa ulama dan mufassirin menyepakati bahwa malam laitatul qadar jatuhnya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan. Lantas ada apakah dimalam ganjil di bulan ramadhan? Adakah asbabun nuzul..tentang peristiwa yang menyikapi turunnya malam lailatul qadar di bulan ramadhan?

Ganjil?! diungkapkan sebagi bentuk ke Esaan Tuhan..Tuhan tidak ada yang Menyamai dengan suatu apapun. Ganjil..sebagai sebuah bentuk berdikari.. Mampu mengurus semua makhluk dengan diriNya sendiri. Dia tidak beranak, tidak pula diperanakkan. sehingga ganjil juga representatif of God characteristic. 99 Asmaul Husna…Nama-nama serta sifat yang mencerminkan nilai ketuhanan Y.M.E

Namun cukupkah hal tersebut menjawab..asbabun nuzul di malam yang mulia pada Lailatul qodar?

mohon masukan dan kontribusinya…untuk bisa share dan saling mengisi:

Benarkah..Berbuka itu dengan yang Manis?!

Di bulan puasa itu, sering kita dengar kalimat ‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,’ katanya. justifikasinya itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah memang seperti itu keadaannya?

Mengutip dari hadis rosul, yang dijadikan sebagai dasar untuk berbuka dengan yang manis. Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr  (kurma kering) maka jika tidak ada beliau meneguk air. sumber lain tentang anjuran dalam berbuka disebutkan  (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Nabi Muhammad Saw berkata : “Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma.Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.”

Dari kedua sumber tersebut bahwa Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma,beliau berbuka puasa dengan air. Nah, inti permasalahannya Samakah kurma dengan ‘yang manis-manis’ ? Jawabnya =Tidak.

Nah kalo yang ini dapet dari ulasan email temen kantor. dijelaskan bahwa Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate) .Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate) seperti: gula pada syrup, gula pasir dsb.


Selanjutnya..darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas.


Malah berkembang jadi ‘kebenaran‘ umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah ‘sunnah Nabi’. Nah..ini nyang perlu kita kritisi. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan. itu penjelasan dari para medik. sehingga terdapat kesalah kaprahan mengenai hal semacam ini. kalau berbuka puasa ‘disunnahkan’ minum atau makan yang manis-manis. Padahal, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih,bukan yang manis-manis.

Padahal sebenarnya Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. (ini dari sumber wikipedia) Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (Catt: kurma yg asli). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa ‘manisan kurma‘, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.

Nah sekarang pertanyaannya, Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?

(Kalo ini juga hasil kutipan dari laporan tim Medis) 

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Boom. Langsung meledak hehehe… Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

Mari kita bicara ‘indeks glikemik’ (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah.

Kenapa?

Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya) , sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

Sehingga pola seperti apa yang benar.. disarankan, bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. itu sebagai suggestion– atau cara penyajiannya.

Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah ‘manisan kurma’, bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya. Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang,bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Makanya, saat bulan puasa bukannya sesi diet..tapi justru bertambah makin gemuk, hal ini lantaran tubuh yang langsung dibanjiri oleh kadar insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.


Itulah proses mengapa badan kita kalau di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti ‘buah pir’ atau ‘apel’, penuh lemak di daerah pinggang. dan mungkin akibat “kelirumologi” yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah ‘sunnah’,maka akibatnya puasa bukan malah menyehatkan kita. semoga kita selalu mendapatkan pencerahan..dan  hal ini bagian dari bahan diskusi kita bersama.

Continue reading “Benarkah..Berbuka itu dengan yang Manis?!”