Preventive Maintenance Multiplexer and SDH Procedure

(*This document only for Personal purpose when in site or there a outside job)

Persiapan Preventive maintenance:

  1. Mempersiapkan laptop dan alat ukur yang akan digunakan
  2. Mempersiapkan kamera (baterai full, memori mencukupi)
  3. Menyiapkan filing pada computer.

Contoh :

Scope Preventive Maintenance DMR dan MUX

  1. Mengisi check list/data sheet

Semua kolom datasheet harus diisi lengkap.

Jika ada kolom yang tidak tahu bagaimana cara mengisinya diharapkan mengkonfirmasi dengan PIC nya

Koneksi kabel 3C2W

  1. Mengevaluasi performance dan event log

Capture semua alarm

Capture event log

  1. Meter reading, berdasarkan prosedur yang ditentukan

Power transmit

Receive level

  1. Cek kualitas OW

Coba menghubungi station lainya Continue reading “Preventive Maintenance Multiplexer and SDH Procedure”

Advertisements

Untuk kita Renungkan . .

banjir.jpgMembuka catatan musibah bencana di Indonesia 3 tahun terakhir ada deretan panjang kisah pilu menyertai. Tanggal 26 Desember 2007 ketika di NAD sedang mengenang 3 tahun bencana tsunami, di wilayah lain Indonesia serentetan bencana terjadi lagi di tanggal yang sama. yang kembali berulang dengan musibah air bah yang terjadi di akhir tahun.
Setelah berton-ton air tercurah dari langit sejak Selasa, 25 Desember 2007 siang hari sampai Rabu, 26 Desember 2007 pagi hari merata di seluruh Pulau Jawa dan wilayah lain Indonesia, air menunjukkan kekuatannya. Air yang menjadi kawan tatkala dahaga bertiwikrama menjadi bah yang ganas. Syair merdu lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang yang menggambarkan keindahan sungai terpanjang di Pulai Jawa itu seakan berubah wujud menjadi ular naga yang menganga. Melahap mangsa yang ada di depannya.

Lanjutkan

The culture of poverty: The seed of ugly, incompetent Indonesia

sss.jpg

Ya itulah judul yang diangkat dalam bahasan Soegeng Sarjadi Forum, sebuah komunitas yang berusaha memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa dan memberikan kritik yang membangun terhadap policy-policy yang dirasa kurang sesuai dalam implementasinya. adapun tokoh yang sebagai panelisnya adalah Imam B. Prasodjo sosiolog sekaligus kalangan akademisis, kemudian ada AS.Hikam mantan Menristek dan anggota MPR/DPR kemudian yang terakhir adalah Mohamad HS Dilon Dirut partenership terhadap kebijakan kepada orang kecil.

Continue reading “The culture of poverty: The seed of ugly, incompetent Indonesia”

## S + A + B + A + R ##

Pada bulan ramadhan kita sering diingatkan untuk selalu bersikap “sabar”. setiap ada permasalahan selalu diantisipatif dan tidak henti-hentinya untuk disuruh sabar?

Namun benarkah dalam islam yang kita anut, apakah pengertian sabar itu mesti ada batasnya? apakah sabar yang benar itu selalu mengalah? ataukah sabar yaitu jika ‘ditampar pipi kanan lalu ganti memberikan pipi yang kiri’.

Dalam ajaran yang diajarkan rosul..yang disebutkan “as Sobru dhiya’un”. ternyata pengertian sabar mengandung makna yang jauh lebih dalam dari pada pernyataan yang telah disebutkan sebelumnya. pengertian sabar dalam islam yang kita pahami mengandung makna:

S = Setia Pada prinsip.

inilah yang disebut Loyallity of principal yaitu apa yang kita yakini terutama dalam nilai ketuhanan harus kita pegang teguh dan benar-benar kita jalani. Disamping itu bentuk loyalitas pada prinsip, yaitu tetap punya konsideran dan nilai toleran terhadap tindakan apa yang harus kita kerjakan.

A = Antisipatif

yakni anticipative management akan lebih effective bila dibandingkan dengan risk management. sedari awal masalah yang dihadapi harus kita antisipasi dan cari jalan keluarnya?!

bukan Lantas mencari solusi setelah masalah ada. i.e; kasus berobat ke Rumah sakit justru lebih rumit dan jauh lebih sulit bila dibandingkan dengan sedari awal kita menjaga kesehatan tubuh kita. Kasus yang kedua tentang kiat manajemen antisipasi, misalkan kasus kendaraan bermotor, pemeliharaan rutin kendaraan bermotor jauh lebih murah jika memang dibandingkan dengan membeli spare part untuk menunggu motor rusak terlebih dulu.

Jadi dalam aplikasi sabar, upaya untuk mengantisipasi segala permasalahan merupakan initi bagian dari sikap sabar itu sendiri.

B = Bertahan dalam kondisi kritis.

inilah sebenarnya inti dari buah sikap sabar itu sendiri. Bahwadalam kondisi diluar batas kemampuan kita namun kita masih tetap bertahan, Maka The INVISIBLE POWER akan menjawabnya. disinilah peran “Tangan-TanganTuhan” yang akan membantu.

Ambil kasus kecil: Dalam kondisi kritis saat kita dikejar anjing, sementara disepan kita ada parit. secara logika atau kondisi normalnya barangkali kita tidak mampu melewati parit tersebut. Mungkin karena rasa takut, belum pernah melakukan..dan masih banyak pertimbangan lain. akan tetapi saat kondisi kritis, dimana kita dikejar oleh anjing (Nb: ambil kasus korban panik dan G sempat berpikir logic dengan balik mengusir anjing) maka kita akan mampu melewati parit tersebut, diluar batas normal kemampuan kita.

inilah funsi dari point sabar dengan kondisi kita bertahan saat kondisi kritis.

A = Aktif

Bahwa dalam nilai sabar di Islam tidak ada yang disebut dengan pasrah atau nerimo. Sekali lagi saya Tekankan Bahwa Sabar ≠ Nerimo. Dan sayangnya Faham ini lebih familier didoktrin Jawa barangkali. namun, yang perlu diingat bahwa, sifat Sabar harus diawali dengan sikap Aktif terlebih dahulu.

Aktif kalo dianalogikan ta ubahnya seperti Huruf-huruf hijaiyah dari alif –> Ya itu Ga akan bernilai arti, atau memiliki makna tanpa adanya Harokat. Harokat itulah yang menjadikan dia berbunyi a, i, u dan jika digabungkan dengan huruf yang lain dia memiliki makna. begitu juga aktif. dia mampu menghidupkan jasad2 yang ada, untuk bisa memberikan makna dan faedah.

Aktif untuk bertindak, aktif untuk mencari solusi permaslahan, serta aktif mencari alternatif-alternatif yang memungkinkan.

R = responsibility

Bahwa nilai sabar identik dengan sifat Tanggung Jawab. apa yang kita lakukan harus dapat kita pertanggungjawabkan. segala tindakan kita merupakan wujud dari sikap yang telah kita pertimbangkan, dan meripakan perwujudan dari tindakan yang Effektif.

Jelas bahwa sikap sabar, didalmnya mengandung makna akumulasi dari keempat makna sebelumnya dan diakhiri dengan raa Pertanggung Jawaban. kita mampu memberi jawaban atas segal tindakan yang telah kita lakukan.

Jadi..

silahkan temen-temen . . .

–> Open your Mind #

–> Open your Hand #

–> Open your Soul #

Bahwa begitu indahnya ajaran Sabar yang diajarkan rosul dalam Isalam. begitu banyak makna ke-arifan yang diajarkan. beliau (rosul) mencontohkan hendaknya seorang muslim mengambil ibroh/pelajaran dari sikap Pohon. ‘dia’ dilempar dengan Batu, Tapi dia membalasnya dengan Buah. Hendaknya kita, jika dimusuhi di hina..maka lakukan kebajikan dengan prinsip S-A-B-A-R dengan memberikan kebajikan kepadanya(lawan kita). Kalaupun kita tidak mampu, maka hendaknya Maafkan.

ok. Thx

.avatar_1568.jpg

Regard’s

Cinta..is Love [mirip juduL pelem ]

Alangkah indahnya jika kita sebagai anak dicintai oleh orangtua kita. sungguh indah jika kita sebagai suami yang dicintai oleh istri kita, serta sebaliknya jika kita istri sungguh indahnya jika dicintai oleh suami kita.

itulah peng-andaian dan bahkan tidak mungkin hal tersebut menjadi kenyataan. serta itu merupakan hal yang realistis. Lantas usaha apa yang bisa kita lakukan untuk meraih langkah ke”sana”?!

Menyikapi fenomena seperti itu, saya jadi teringat saat jawaban dari Reza M Syarif salah satu motivator favofite saya (karena pernah ketemu langsung dan ngobrol hehehe..pdhl dia motivator international Level lho..) . Jawaban ini saya dengar sewaktu abiz sahur sambil menunggu waktu shubuh..sambil ngantuk-ngantuk dikit nyimaknya. Jadi Dia (reza syarif) bilang gini. bahwa apapun peran kita (suami atau sebagai istri, anak, orang tua) akan dapat kita rasakan cinta jika kita diCintai oleh Tuhan kita yaitu Allah Swt.Alangkah indah jika kita manusia(apapun peran kita) telah dicintai oleh Tuhan kita. ini adalah puncak rasa cinta yang sesungguhnya. rasa itu akan kita peroleh jika kita telah bermahabbah denganNya.

Bagaimana agar dapat bermahabah dengan Allah Swt?

Dalam sebuah firmanNya dikatakan cara agar kita dicintai oleh Allah yaitu:

InnaLLaha yuhibbu lMutawakkilin

(sesungguhnya Allah meCintai orang yang berTawakkal)

Bagaimana cara menjadi orang yang bertawakkal??

Attawakkal huwa Attamkinu ya taa’laallhu La ilaha illaLLah.Tawakkal adalah dia Yakin (att Tamkinu), kemudian dia taat kpa allah(ya taa’llaahu) bahwa tiada tuhan selain Allah. wuiizz..jadi nafisrin bhs.arab gini. ya sedrhananya seperti itu?! hehehee..karena kita juga sama-sama buat proses belajar.

Lantas, pertanyaan selanjutnya..Proses untuk mencapai Tawakkal gimana?

Langkah skematisnya agar mampu mencapai Tawakkal adalah:

1. Ma’rifatullah

yaitu proses pemahaman hakikat seorang manusia dengan zat pencipta. proses pengenalan bahwa kita sebagai manusia yang telah diciptakan oleh Tuhan. maka udah kewajiban kita untuk menyembahnya.

2. ta’atuf

yaitu dilakukan dengan sentuhan Emosi. keterkaitan kita dengan tuhan hendaknya dilakukan dengan insting rasa. rasa membutuhkan keberadaan Tuhan, rasa sebagai makhluk yang lemak tanpaNya. itu harus kita sadari betul.

wuiihh..jadi kearah serius niy, Tapi Gpp..sesekali. agar insyaf hehhee..namanya juga proses.

3. Syaukun

merupakan rasa Kerinduan yang terdalam. inilah rasa cinta yang sebenarnya. rindu untuk selalu dekat dengan tuhan. sehingga selalu mengingatNya.

4. Asykun —–> Asik

rasa yang selalu dekat kepada Tuhan. inilah seperti halnya rasa jika dekat dengan pujaan hati. ingin selalu bersama. waktu seolah-olah tidak terasa. karena rasa asyik yang ada. sehingga tidak ad beban, tuntutan, gundah, kegelisahan.

5. Mahabbah

maka setelah semua kita lakukan, puncaknya akan kita rasakan— Cinta.

Resensi Ahmadinejad

Detail Buku
Judul: Ahmadinejad! David di Tengah Angkara Goliath Dunia
ISBN: 979-114-005-7
Penulis: Muhsin Labib, Ibrahim Muharam, Musa Kazhim, Alfian Hamzah
Penerbit: Hikmah
Terbit: Agustus 2006
Isi: 287 halaman

Buku ini menceritakan tentang semua fakta-fakta sejarah negara yang bernama Iran –semenjak rezim monarki Syah Reza Pahlevi, revolusi Islam Imam Khomeini hingga saat ini– dengan Ahmadinejad di baliknya. Dijelaskan juga peran Ahmadinejad semasa revolusi, menjadi gubernur Ardabil dan walikota Teheran hingga akhirnya menjadi presiden Republik Islam Iran.

Pribadinya adalah pemikir & pejuang yang mempunyai sifat/watak : sederhana, lugas, berani, keras, dan bertanggung jawab. Kekuasaan yang dimilikinya digunakan secara bijaksana. Dia lebih mengedepankan kesahajaan, keramahan,dan rendah hati.Hampir tidak mempunyai kepentingan apapun kecuali semata-mata untuk kepentingan rakyat Iran. Keberaniannya melawan ketidakadilan global membuat dirinya disorot oleh semua pihak. Saya sendiri ‘ngeri’ membayangkan apabila memanggul peran seperti Ahmadinejad.

Prinsipnya yang kuat didukung wawasannya yang sangat luas nampak dari tulisan suratnya kepada George W. Bush dan wawancaranya dengan Harian Der Spiegel Jerman. Sayang, tidak banyak dikupas mengenai peran Ahmadinejad sebagai kepala keluarga. Mungkin terkesan jadi selebritis jika banyak membahas wilayah kehidupan pribadinya. Namun jika ada, buku ini akan menjadi lebih komplet.

Sosok Ahmadinejad memang sungguh fenomenal; dianggap sebagai ultrafundamentalis yang berbahaya di satu pihak, namun dielu-elukan bak malaikat pelindung di pihak lainnya. Buku yang ringkas ini bisa menjadi rujukan bagi siapa saja yang ingin menyelami secara mendalam siapa sebenarnya diri yang memiliki nama kecil Mahmud Saborjihan.