Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Sabtu ke-4/26 November 2017

Kajian Tafsir quran.

Oleh Ust.Habibullah Lc. MA

Bab. Kajian Tafsir Al-Baqorah: 52-58

Lebih spesifik dibahas tentang Kemenangan muslimin atas kaum yahudi.

Kemenangan islam atas bani qainuqa & bani nadhir /yaitu kaum yahudi di madinah dikarenakan:

i. Muslim saat itu memiliki fungsi sbg Konseptor konstitusi => terbukti melalui piagam madinah yg dibuat.

ii. Sistem madinah yg mendrive adalah rosulullah. => Salah satuny melalui sistem muamalah dibentuknya pasar manakhoh.

iii. Dikarenakan Kesalehan salafus shaleh => sehingga Allah akan menolong hambany.

. Continue reading

Advertisements

Asmaul Husna: Syukur

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Sabtu ke-4/25 November 2017

Kajian Asmaul Husna.

Oleh Ust. Jumharudin, Lc.

Bab: ASY-SYUKUR

• Syukur salah satu sifat yg biasa kita kenal, tapi bagian dari salah satu sifat nama asmaul husna dari Allah

• Kaidah syukur pengertiannya tidak hanya berterima kasih utk rezeki yg diterima, tetapi syukur dalam konteksnya yaitu berbuat baik melebihi dari yg seharusnya.

• Allah memiliki sifat syukur artinya Allah menerima amalan hambanya yg sedikit tetapi Allah membalasnya dengan balasan yg berkali-kali lipat

• Qs Asy Syura:23

وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ

Artinya:

Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

• Qs Fathir:30

لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Artinya:

agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

Continue reading “Asmaul Husna: Syukur”

PENJARA CINTA

Oleh: Ustadz Budi Ashari, Lc.

Belajar dari laki-laki paling tampan di muka bumi. Andai ketampanan adalah bumi, maka separuhnya ia miliki sendiri. Nabiyullah Yusuf alaihis salam. Kisahnya ditulis dengan penuh mukjizat dalam Al Qur’an. Dikumpulkan dalam satu surat tersendiri.

Singkat cerita, karena Yusuf tidak mau menuruti keinginan nista istri penguasa Mesir, maka akhirnya Yusuf harus merasakan getirnya penjara. Bertahun-tahun lamanya.

Tapi Yusuf tetap mulia. Karena penjara bersaksi akan kemuliaannya. Dan ia masuk ke dalamnya bukan karena kesalahan. Justru yang salah adalah yang memenjara.

Ingin tahu apa kemuliaan yang dilakukan oleh Yusuf dalam penjara? Ini kisahnya dan berikut hikmahnya tentang penjara cinta.

Dia menghibur orang yang sedih, menjenguk yang sakit, mengobati yang terluka, shalat sepanjang malam, menangis hingga dinding, atap dan pintu ikut menangis, penjara menjadi suci karenanya, para penghuni penjara merasa nyaman dengannya, jika ada seseorang yang telah keluar dari hukuman penjara, ia akan kembali untuk duduk di penjara dengan Yusuf. Penjaga penjara pun mencintainya hingga ia berikan keluasan.

Ada yang berkata: Wahai Yusuf, sungguh aku mencintaimu dengan kecintaan yang belum pernah aku miliki sebelumnya.

Yusuf menjawab: Aku berlindung kepada Allah dari cintamu.

Continue reading “PENJARA CINTA”

Kajian Bab Aqidah

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Ahad ke-2/ 12 November 2017

Kajian tentang Aqidah.

Olh ustd DR Daud Rasyid MA.

• Hadist tentang aqidah [HR.Muslim No.8]

Umar bin Khaththab Ra. berkata :

Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Saw. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian putih dan rambutnya hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata : “Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.”

Rasulullah menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.

Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”.

Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.”

Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.

Nabi S.A.W menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”

Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”

Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [HR Muslim, no. 8]

Continue reading “Kajian Bab Aqidah”

Tazkiyatun Nafs :bab Shubhat

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Sabtu ke-2/ 11 November 2017

Kajian Tazkiyatun Nafs. Dari Kitab MADARIJUS SALIKIN, Ibnul Qoyim al Jauzi.

Oleh: ustd Muhsinin Fauzi, Lc.

Bab: Maradus Subhat

• 3 penyakit utama (pokok) yg ada di hati, antara lain:

i. Kufur

ii. Syirik (menyekutukan Allah)

iii. Nifaq/ ingkar(munafiq)

Point-point utama kajian:

• Sifat sombong adalah turunan sifat kufur.

• Sementara subhat adalah turunan dari sifat Nifaq.

• syubhat adalah ketidakjelasan atau kesamaran, sehingga tidak bisa diketahui halal haramnya sesuatu secara jelas.

• Syubhat trhadp sesuatu bisa muncul baik karena ketidakjelasan status hukumnya, atau ketidakjelasan sifat atau faktanya.

a. Subhat i’tiqodhi

b. Subhat didalam kebenaran

• Faktor penyebab subhat ada 3 yaitu:

1. Jahl/kebodohan (dikarenakan ilmu yg kurang)

2. Niat yang tidak jujur

3. Maksiat dikarenakan faktor selera (memang menyukai hal yg mengarah dosa) atau dikarenakan faktor makanan yg diperoleh dari yang tidak halalan-thoyyiban. Halal saja tidak cukup, rezeki yg didapt haruslah (halal & baik)

• Solusinya: belajar ilmu yg diperdalam setelah didahului dengan taubat.

• Mensedikitkan maksiat sehingga menerima kebenaran dan manjauhi kebatilan.

#Silahkan ditambahkan dan dikoreksi jika ada penamaan istilah yg blm tepat.

Wallahu a’lam bishowab.

Tadzabur: QS. Al-Hajj ayat 6-10

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Sabtu ke-1 /4 November 2017

Kajian QS. Al-Hajj ayat 6-10

Oleh Ustd. DR. Daud Rasyid MA

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya:

Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ

Artinya:

dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

* Dan diantara orang fasik diantara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa dasar ilmu yg jelas.

* disebutkan, apabila tidak yakin akan hari kebangkitan, maka kita diminta memperhatikan siklus kehidupan. Proses dari bayi, menjadi anak, beranjak dewasa, tua kemudian pikun dengan dihilangkan semua ingatan itu atas kuasanya Allah. Begitu juga Allah berkuasa atas hari kiamat dan hari kebangkitan.

* Hari kiamat terjadi saat sangkakala ditiup oleh Malaikat isrofil atas perintah Allah, Dalam 3 tiupan:

1. Semua makhluk hidup mati

2. DiBangkitkan dari kubur

3. Hancur seluruh alam

* Point aqidah: Segala sesuatunya berjalan atas kehendak Allah

* Segala makhluk tidak bisa memberi manfaat dan tidak dapat memberikan mudhorat.

* Kesesatan itu terjadi karena tidak mengetahui yang sesungguhnya. Orang fasik mengira keuntungan & kerugian disebabkan usaha mereka sendiri.

* Point aqidah: Allah berbuat sesuai dengan apa yang DIA kehendaki.

* Menjalani proses bukan jaminan akan berhasil. Allah yg menjamin segala sesuatu sesuai kehendaknya.

* Orang beriman, menjalani proses adalah bagian dari kewajiban manusiawi. Sementara hasil, Allah yg menghendaki.

* Seorang mukmin, kewajibannya sebagai seorang hamba menjalani segala proses, secara maksimal. apapun hasilnya diserahkan kepada Allah.

* Sehingga konsekuensinya dari sikap tersebut mukminun akan memiliki pikiran menjadi jernih, tidak terbebani apapun serta hati menjadi tenang. => Innallaha yaf’alu ma yuriid.

* Point aqidah: Allah menunjuki sesuai yang DIA kehendaki

* Allah memberikan hidayah & taufiq kepada hamba sesuai kehendakNYA.

* Dalam aqidah hidayah ada 2:

1. Hidayatul Irsyad

2. Hidayatul Taufiq

* Hidayatul irsyad,

Pemahamannya ambil contoh paman nabi, Abi Thalib.

Hidayatul irsyadnya adalah Rosulullah sudah memberikan penjelasan, dan rosul sudah menunjuki.

* Hidayatul taufiq

Yaitu yang memutuskan untuk mengikuti petunjuk adala Allah.

* tugas manusia adalah memberikan penjelasan serta menunjuki kepada jalan kebenaran.

Seseorang terhalang mendapat hidayat, dikarenakan: Kesombongan

Wallahua’lam bishowab

Peran Penting Ayah, Terhadap Perkembangan Pribadi Anak (Part-2)

 

Kajian AQL (Al-Quran Learning)

Oleh: Ust Irwan Rinaldi

Indonesia adalah negara ke-lima dalam hal ketiadaan peran ayah di keluarga. Ini tentu miris & memprihatinkan mengingat mayoritas orang Indonesia beragama Islam. Padahal di Alquran, ada sekitar 17 ayat yang menerangkan tentang Parenting, dan 70% dari itu adalah bicara tentang Ayah. Hal itu yang disampaikan oleh Irwan Rinaldi pendiri Lembaga Ayah Untuk Semua pada Sekolah Ayah.

Absennya peran ayah dalam peran tumbuh kebang anak membawa dampak negatif yang signifikan. Fungsi ayah sebagai pemegang amanah pengasuhan semakin hilang. Maka tidak ada lagi jalan keluar kecuali mengingatkan kepada para ayah agar menjadi ayah total atau memerankan peran ayah secara maksimal.

Paradigma yg ada bahwa peran Ayah hanya-lah sebagai pencari nafkah saja, krisis ayah ini juga berwujud jarangnya ada guru laki-laki di tingkat pendidikan usia dini perkembanagan anak. Keadaan ini akan melahirkan kerusakan psikologis yang berdampak sistematis yang dapat disebut Father Hunger.

Negara Indonesia adalah negara yang kekurangan ayah ‘father hunger’ secara psikologis. Ust. Irwan menyebutnya dengan istilah “Ayah ada – Ayah tiada”. Secara fisik dia ada, nampak, namun dalam pengasuhan kepada anaknya tidak ada pengaruhnya. Berapa banyak ayah yang pulang kantor sangat lelah hingga tak mampu sekedar tersenyum dan mendengar anaknya bercerita bagaimana ia serita tentang mainananya tadi. jika sosok ayah di mata anak tidak ada, maka terlalu panjang tahap pendewasaan anak tersebut. Karena usia puncak anak adalah 15 tahun, pada usia ini seharusnya anak sudah mencapai tahap kematangan psikologisnya.

Father Hunger ini melahirkan sikap atau karakter yg negative, diantaranya:

– Rendahnya harga diri anak,

– Kesulitan identitas seksual (anak laki2 cenderung feminim),

– Lemah dalam pengambilan keputusan, Tidak tegas, kurang berkarakter, dan

– Bagi anak perempuan kehilangan sosok ayah dapat menyebabkannya kesulitan menentukan pria yang tepat untuk menjadi pasangan hidupnya.

Dalam kajian parenting islami, dibahas juga sikap terbaik seorang ayah berdasarkan tahap perkembangan awal seorang anak.

Sejatinya tugas pokok orang tua terhadap anak, yaitu:

  1. Pertumbuhan anak è Perihal jasmani anak (terpenuhinya gizi & phisical anak)
  2. Perkembangan anak è terkait Emosi, Karakter dan pendidikan Agama

Continue reading “Peran Penting Ayah, Terhadap Perkembangan Pribadi Anak (Part-2)”