Bab: Riya (part-2)

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Sabtu ke-2/9 Desember 2017

Kajian Tazkiyatun Nafs. Dari Kitab MADARIJUS SALIKIN, Ibnul Qoyim al Jauzi. Oleh: ust. Muhsinin Fauzi, Lc.

Bab: Riya

* Riya adalah apapun tindakan atau perbuatan yg tujuannya selain Allah.

* Riya adalah penyakit orang munafik, karena ‘menuhankan’ selain Allah.

* ciri-ciri munafiq dijelaskan didalam surah Munafiqun, surah ke 63: 11ayat

Background:

* Bangsa kita memiliki karakter berpikirnya adalah sintesa (kompromi). Sehingga kalau ada yg tidak pas akhirnya mengambil sebagian dari yg disuka, sebagian dr yg tidak disuka. Kondisi penerimaan setengah hati ini rentan dr perspektif karakter, utk bisa memiliki sikap tegas & jelas. Sementara sikap yg abu-abu tersebut rentan kepada sifat munafik.

* Dalam amalan, Tidak ada suatu perbuatan yg diterima kecuali ikhlas dan mengikuti sunnah

* Memiliki sifat, Meyakini bahwa Allah menyayangi kita adalah suatu kepastian. Sehingga bagi orang beriman tidak ada keraguan lagi tentang diberikanny rizki. Karena orang kafir saja diberikan rizki, apalagi orang yg beriman.

* Perihal saat ini rezki belum diterima karena Allah menyayangi kita. Bahwa Allah lebih tahu kondisi terbaik kita. Dikhawatirkan bisa jadi menimbulkan mudhorat jika diberikan saat ini.

* Seseorang yang melakukan tindakan ikhlas memiliki sifat & karakter yang Kokoh & Kuat.

* Perbuatan ikhlas hanya Allah yang bisa menilai, bahkan malaikat pun tidak tahu. Tugas malaikat hanyalah mencatat amalan perbuatan.

* Salafus shaleh pernah menyampaikan, amalan utk bisa ikhlas sangatlah sulit karena Riya memiliki byk afiliasinya.

* Riya sendiri adalah amalan perbuatan yg tujuannya selain Allah. Apapun motif selain Allah disebut riya.

Continue reading “Bab: Riya (part-2)”

Advertisements

qs Al-baqorah: 240

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Ahad ke-1/3 Desember 2017

Kajian Tafsir Ibnu katsir

Ust abdul Nasir, Lc

Surah, Al-baqorah: 240

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا وَصِيَّةً لِأَزْوَاجِهِمْ مَتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ ۚ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِي مَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَعْرُوفٍ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya:

Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kamu dan meninggalkan isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma’ruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

• dikisahkan ada seorang sahabat yg hijrah ke madinah dg membawa orang tua, anak, dan istrinya. Kemudian diperjalanan sahabat tersebut meninggal dunia. Tetapi hartanya diberikan kepada anak & orangtuanya saja. Sementara istri tidak diberi bagian harta.

• Maka turunlah ayat ini utk meluruskan peristiwa tersebut

• Ayat ini turun sebelum perintah tentang bab mawaris/ warisan di islam.

• Masa iddah wanita ditinggal suaminya krn meninggal adalah 4bln 10hari

• Jika kondisi istri diceraikan, maka wanita berhak mendapatkan mut’ah atau hadiah. Atas keridhoan suami atau ditentukan oleh hakim pengadilan.

• Paling rendah minimal pakaian, dan paling tinggi adalah membebaskan budak hamba sahaya.

• Mutah atau hadiah adalah suatu keharusan dr pihak suami, dan wajib hukumnya.

• Jika kondisi istri menceraikan/ yang meminta cerai, maka disebut khulu dan istri mengembalikan maskawin. Iddahnya adalah 3 bulan

Wallahua’lam bishowab..

Tinggalkan Sesuatu karena Allah, maka DIA akan ganti dengan yang lebih baik

2048_tska

Berikut beberapa kutipan nasehat atau kisah menarik, dalam rangka menguatkan niatan atau azam kita disaat masih ragu dan butuh penegasan apakah keputusan atau langkah yang saya ambil sudah benar dan sesuai dengan takdir Allah. Dalam rangka proses hijrah untuk meraih yang lebih baik dan mendekatkan diri kpd Allah.

Karena sesungguhnya takdir kita, tentang baik buruknya keputusan yang telah kita ambil. selalu ada konsekuensi setiap keputusan yang kata pilih. Ada kontribusi “pilhan” yang harus kita tentukan, dan inilah yang disebut sebagai qada’ dari Allah. dan hal itu beriringan dengan ketetapan  qodar dari Allah, yaitu tentang sesuatu yang sudah pakem, dan telah Allah tetapkan dilauhul mahfuz.

Siapa yang meninggalkan ibadah yang tidak ada tuntunan karena Allah, maka Allah akan memberikan cahaya sunnah untuknya, jalan yang terang benderang yang jauh dari kesia-siaan.

Siapa yang meninggalkan yang haram, pekerjaan riba dan profesi yang mengundang kemurkaan Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, dengan pekerjaan yang halal yang lebih menentramkan jiwa.

Siapa yang meninggalkan pujaan hati karena tidak menambah ketaatan kepada Allah, maka Allah akan beri ganti dengan jodoh yang lebih baik yang lebih mendekatkan diri kepada Allah. 

Siapa yang meninggalkan kegiatan yang sia-sia dan tindakan yang melalaikan, maka Allah akan ganti dengan hal yang lebih bermanfaat dan dijauhkan dari kemunafikan.

Siapa yang meninggalkan kecanduan rokok, miras, dan narkoba karena Allah, maka Allah ganti dengan kesehatan dan keselamatan pada jiwanya.

Inilah proses hijrah yang sesungguhnya, pengambilan keputusannya kita sendiri yang menentukan dan Allah yang pasti akan membimbing melalui intuisi, tanda-tanda kekuasaannya disekitar kita. 

Faedah yang berharga tersebut disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah antara lain:

Continue reading “Tinggalkan Sesuatu karena Allah, maka DIA akan ganti dengan yang lebih baik”

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Sabtu ke-4/26 November 2017

Kajian Tafsir quran.

Oleh Ust.Habibullah Lc. MA

Bab. Kajian Tafsir Al-Baqorah: 52-58

Lebih spesifik dibahas tentang Kemenangan muslimin atas kaum yahudi.

Kemenangan islam atas bani qainuqa & bani nadhir /yaitu kaum yahudi di madinah dikarenakan:

i. Muslim saat itu memiliki fungsi sbg Konseptor konstitusi => terbukti melalui piagam madinah yg dibuat.

ii. Sistem madinah yg mendrive adalah rosulullah. => Salah satuny melalui sistem muamalah dibentuknya pasar manakhoh.

iii. Dikarenakan Kesalehan salafus shaleh => sehingga Allah akan menolong hambany.

. Continue reading

Asmaul Husna: Syukur

Masjid Al-Aqsha, Bintaro

Sabtu ke-4/25 November 2017

Kajian Asmaul Husna.

Oleh Ust. Jumharudin, Lc.

Bab: ASY-SYUKUR

• Syukur salah satu sifat yg biasa kita kenal, tapi bagian dari salah satu sifat nama asmaul husna dari Allah

• Kaidah syukur pengertiannya tidak hanya berterima kasih utk rezeki yg diterima, tetapi syukur dalam konteksnya yaitu berbuat baik melebihi dari yg seharusnya.

• Allah memiliki sifat syukur artinya Allah menerima amalan hambanya yg sedikit tetapi Allah membalasnya dengan balasan yg berkali-kali lipat

• Qs Asy Syura:23

وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ

Artinya:

Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

• Qs Fathir:30

لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Artinya:

agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

Continue reading “Asmaul Husna: Syukur”