Fenomena artis “karbitan”

baca....Melihat fenomena yang disuguhkan media kepada masyarakat (Sok jadi pengamat gini…Mang siapa eLo 😀 tp Gpp deh..sekali2, diLanjut-), yakni problematika idola-idola maupun artis-artis instant rasa-rasany makin Gak realistis aja. Dan masyarakat semakin dijejali dengan mimpi-mimpi yang tidak membumi. Taruhlah kayak kasus sewaktu sy dibatam di kantor gubernur itu rame dengan masyarakat yang taunya ada kontestan ‘idola cilik’ salah satu acara station swasta (kirain ada kunjungan resmi pemerintahan atau apa) Terus fenomena AFI yang sampai2 menggelar spanduk dukungan yang dipasang dikampus untuk rame2 sms?! Koq semakin miris saja ya..fenomena Artis karbitan.Namun..apakah bener seperti itu realita yang terjadi setelah end of show-nya? Kenapa hal seperti ini kadang kurang menjadi kritisisasi di masyarakat. Nah disini saya coba quote kisah nyata ‘korban’ idola instan yang diambil dari sourcenya kompas:
http://www.kompas. com/kompascetak/ read.php? cnt=.xml. 2008.03.30. 01311420& channel=2& mn=154&idx= 154
“…………..
Setahun yang lalu, hampir setiap akhir pekan, Muhammad alias Ian Kasolo (39) tampil di televisi sebagai “selebriti” yang tampak glamor. Kini, dia terpaksa bekerja serabutan sebagai pengantar makanan di sebuah usaha katering rumahan.Ini bukan cerita sinetron, namun sebuah kisah nyata. Ian Kasolo yang dulu sempat menjadi ikon acara kontes menyanyi Dangdut Mania I di stasiun TPI bersama Siti Pijat, Jupri Asong, dan Agus Kenek, kini jauh dari dunia glamor. Hidupnya bisa dibilang terkatung-katung tanpa pekerjaan dan uang.

Kini, Ian menumpang di rumah Ucok Koki yang juga peserta Dangdut Mania I. Di rumah ini, dia membantu istri Ucok yang menjalankan usaha katering rumahan. Setiap pukul 05.00, Ian bangun dan membantu memasak. Sekitar pukul 07.00, dia keliling mengantarkan rantang berisi makanan
pesanan ke pelanggan. “Ya, beginilah kegiatan saya. Yang penting saya punya tempat berteduh dan bisa makan,” ujar Ian. Sebelum ditampung di rumah Ucok Koki, Ian sempat menggelandang dan tidak makan dua hari karena tidak mempunyai uang.
Continue reading “Fenomena artis “karbitan””